China Balas Dendam, Perusahaan Teknologi-Drone AS Kini Kena Getahnya

2 hours ago  ·  4 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
presiden-china-xi-jinping-memperlihatkan-suasana-kompleks-bersejarah-zhongnanhai-kepada-presiden-amerika-serikat-donald-trump-1778835485412_169

China Melancarkan Serangan Balik Terhadap Perusahaan Teknologi Drone Amerika

Kebijakan Retaliasi yang Menyeluruh

Dailynesia.com – Beijing telah meluncurkan serangkaian langkah tegas sebagai tanggapan atas tekanan dagang dan teknologi yang terus meningkat dari Amerika Serikat. Langkah-langkah ini mencakup larangan berbisnis dengan tujuh entitas Amerika, pengendalian ekspor drone yang lebih ketat, serta pembatasan terhadap lembaga sertifikasi asal Negeri Paman Sam. Kebijakan ini menandai eskalasi signifikan dalam persaingan teknologi global antara kedua negara adidaya tersebut.

Kementerian Perdagangan China pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, resmi melarang organisasi dan warga negara di dalam negeri untuk melakukan transaksi dengan tujuh perusahaan Amerika. Selain itu, Beijing juga memperkuat pengawasan terhadap ekspor drone dan teknologi pendukungnya yang ditujukan ke pasar Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah Washington menerapkan berbagai pembatasan terhadap sektor teknologi China dalam beberapa bulan terakhir.

Entitas Amerika yang Dilarang Berbisnis

Di antara entitas yang terkena dampak adalah Compliance Testing LLC yang berkantor pusat di Mesa, Arizona. Perusahaan pengujian dan sertifikasi ini dituduh membantu implementasi langkah-langkah terbaru Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) yang merugikan kepentingan perusahaan-perusahaan China. Kehadiran perusahaan ini dalam daftar hitam menunjukkan fokus China terhadap sektor sertifikasi dan pengujian teknologi.

Selain Compliance Testing LLC, Beijing juga melarang transaksi dengan Applied DNA Sciences, Stratum Reservoir, Altana Technologies, Responsible Business Alliance, Verité Group, serta Human Rights in China. Ketujuh entitas tersebut dituduh mendukung sanksi Amerika terkait isu Xinjiang. Beberapa dari entitas ini bergerak dalam bidang pelacakan rantai pasokan, evaluasi risiko tenaga kerja, dan advokasi hak asasi manusia.

Namun hingga saat ini, pemerintah China belum mengumumkan pembekuan aset atau larangan perjalanan terhadap para entitas tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa Beijing memilih pendekatan yang lebih terukur dalam merespons tindakan Amerika Serikat. Baca juga: Analisis dampak kebijakan baru China terhadap pasar global.

Konteks Ketegangan yang Lebih Luas

Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap pembatasan yang diterapkan Washington terhadap operator telekomunikasi China, laboratorium pengujian, drone, router konsumen, kabel bawah laut, peralatan robotika canggih, dan inverter listrik. Ketegangan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin memanas seiring dengan persaingan teknologi antara kedua negara.

China juga menyoroti keputusan pemerintah AS yang baru-baru ini memasukkan lebih dari 40 entitas China ke dalam daftar Uyghur Forced Labor Prevention Act. Situasi ini semakin diperparah dengan laporan Reuters yang menyebutkan pemerintahan Presiden Donald Trump sedang menyusun langkah keamanan nasional untuk melarang impor model baru komponen pusat data asal China, termasuk optical transceiver. Langkah-langkah ini berdampak langsung pada industri drone dan teknologi terkait.

Dampak Terhadap Drone dan Sertifikasi

Beijing kini menerapkan sistem peninjauan kasus per kasus untuk setiap pengiriman drone dan komponen terkait ke Amerika Serikat tanpa mekanisme perizinan yang dipercepat. Meskipun bukan larangan ekspor total, kebijakan ini berpotensi memperlambat pengiriman barang yang masuk dalam kategori penggunaan ganda (dual-use). Para pelaku industri perlu bersiap menghadapi proses yang lebih panjang dalam distribusi produk mereka.

Di sisi lain, Beijing menangguhkan izin bagi lembaga-lembaga berbasis di AS untuk melakukan inspeksi pabrik lanjutan di bawah sistem sertifikasi wajib Tiongkok. Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan biaya operasional dan menyebabkan penundaan bagi para pihak manufaktur. Selain itu, FCC telah mengadopsi proses peninjauan cepat untuk perangkat yang diuji di laboratorium AS atau negara mitra.

FCC juga mengusulkan penghentian pengakuan terhadap laboratorium pengujian dan lembaga sertifikasi di negara-negara yang tidak memiliki pengaturan timbal balik dengan Washington. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi perusahaan-perusahaan teknologi yang beroperasi di kedua pasar tersebut.

Respons Para Ahli

“Ini adalah langkah balasan, dan ini bukan sesuatu yang mengejutkan,” kata Managing Director Ankura China di Beijing, Alfredo Montufar-Helu, dikutip dari Reuters, Kamis (6/8/2026).

“Beijing telah menghabiskan beberapa bulan terakhir untuk membangun perangkat langkah-langkah balasan mereka,” imbuhnya.

Kebijakan terbaru ini menandai babak baru dalam ketegangan dagang dan teknologi antara dua negara adidaya tersebut. Washington terus memperketat akses China terhadap teknologi dan pasar domestik, sementara Beijing membalas dengan pembatasan ekspor dan sanksi terhadap entitas tertentu asal Amerika. Para pengamat memperkirakan bahwa situasi ini akan terus berkembang dalam beberapa bulan mendatang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan China

Apa saja entitas Amerika yang dilarang berbisnis oleh China? Tujuh entitas yang dilarang termasuk Compliance Testing LLC, Applied DNA Sciences, Stratum Reservoir, Altana Technologies, Responsible Business Alliance, Verité Group, dan Human Rights in China.

Berapa lama kebijakan ini akan berlaku? Saat ini belum ada batas waktu tertentu. Beijing menerapkan sistem peninjauan kasus per kasus untuk setiap pengiriman drone dan komponen terkait.

Bagaimana dampak terhadap industri drone? Kebijakan ini memperlambat pengiriman barang dual-use ke Amerika Serikat dan meningkatkan biaya operasional bagi para manufaktur yang bergantung pada sertifikasi AS.

Apakah ada pembekuan aset yang diterapkan? Hingga saat ini, pemerintah China belum mengumumkan pembekuan aset atau larangan perjalanan terhadap para entitas tersebut.

MORE FROM THIS CATEGORY