Harga Emas Turun Lagi, Minyak-Dolar AS Tekan Pasar

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
bfe9abb7-88db-4ae2-9610-0c9950feb19c-0

Harga Emas Turun Lagi, Minyak-Dolar AS Tekan Pasar

Dailynesia.com – Jakarta – Harga emas global mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir, setelah sempat melonjak tajam sejak awal bulan April. Pergerakan pasar semakin stabil karena kombinasi kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS, yang kembali memengaruhi persepsi investor terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Faktor-faktor ini menciptakan dinamika yang kompleks, mengubah arah kebijakan moneter dan memperkuat tekanan pada aset-aset yang mengalami kenaikan tajam.

Berdasarkan laporan Refinitiv, harga emas dunia mencapai US$4.661,17 per troy ons pada Jumat (15/5/2026) pukul 06.08 WIB. Angka ini masih mendekati level tertinggi sepanjang sejarah, meski menunjukkan penurunan dari kenaikan awal pekan yang sempat menyentuh US$4.734 per troy ons. Penurunan harga emas ini mencerminkan respons pasar terhadap hasil meeting results yang baru saja diumumkan, di mana faktor ekonomi dan geopolitik menjadi sentimen utama.

Kebijakan Moneter dan Kenaikan Harga Minyak

Analisis terkini menunjukkan bahwa hasil meeting results menjadi penentu utama dalam pergerakan harga emas. Kenaikan harga minyak yang terjadi setelah terungkapnya kejadian kapal kargo India tenggelam dan beberapa kapal disita di perairan dekat Uni Emirat Arab sebelum menuju Iran, memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman. Dalam perspektif ekonomi, harga minyak yang naik mencerminkan ketegangan geopolitik dan ekspektasi pertumbuhan energi yang stabil, sementara meeting results memberikan petunjuk tentang kemungkinan penyesuaian kebijakan suku bunga.

“Kenaikan harga minyak dan inflasi AS yang tinggi berdampak langsung pada kebijakan moneter, membuat dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor,” ujar Peter Grant, Senior Metals Strategist dari Zaner Metals. Ia menambahkan bahwa meeting results menunjukkan kecenderungan The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai investasi.

Selain itu, hasil meeting results juga memengaruhi pengambilan keputusan dalam jangka pendek. Penguatan dolar AS, yang mencapai kenaikan sekitar 0,3% pada perdagangan Kamis, berdampak pada kebutuhan pasar untuk memperoleh aset yang tidak terikat dengan rupiah. Emas, yang memiliki volatilitas tinggi terhadap perubahan nilai tukar, menjadi kurang menarik karena kecenderungan dolar AS yang stabil.

Kondisi Pasar Logam dan Faktor Eksternal

Kondisi pasar logam lainnya pun mengalami tekanan jual lebih besar dibanding emas. Harga perak turun 4,1% ke US$84,36 per troy ons, platinum melemah 3,3% ke US$2.066,75, dan palladium mencapai penurunan 3,5% ke US$1.447,73. Tekanan ini terjadi karena adanya sinyal dari meeting results yang menunjukkan ketidakpastian terhadap permintaan energi dan pertumbuhan ekonomi global.

“Kondisi pasar logam terkait langsung dengan hasil meeting results dan dinamika ekonomi regional,” kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy dari TD Securities. Ia menekankan bahwa penurunan harga logam seperti perak dan palladium mencerminkan penurunan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari proyeksi awal.

Di sisi lain, perubahan kebijakan moneter dan faktor geopolitik menjadi pendorong utama dalam pergerakan pasar. Kenaikan harga minyak, yang diumumkan setelah meeting results, memberikan tekanan terhadap aset-aset berisiko seperti emas, sementara penguatan dolar AS menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal yang ketat di AS. Dinamika ini memperkuat peran meeting results dalam mengubah arah pasar secara signifikan.

Selain faktor ekonomi, dampak meeting results juga terlihat dalam perspektif politik. Pasar menantikan hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang sebelumnya menjadi sorotan utama. Meski negosiasi dagang dinilai positif, isu Taiwan tetap menjadi penghalang dalam stabilitas pasar, mengingat peran diplomatik AS-China dalam memengaruhi perdagangan dan rantai pasok global.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa meeting results tidak hanya memengaruhi pasar keuangan domestik, tetapi juga secara global mengubah suasana politik dan ekonomi. Perusahaan-perusahaan keuangan menilai bahwa keputusan dari pertemuan tersebut menjadi indikator kuat dalam menentukan arah investasi dan kebijakan moneter di masa depan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan ketegangan geopolitik, meeting results menjadi salah satu pendorong utama pergerakan harga emas dan komoditas lainnya.

MORE FROM THIS CATEGORY