Pasukan Oranye Pakai Rompi AC, Adem Walau Kerja Panas Terik

3 days ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
4ebc446a-9d2e-4368-94a8-f5d99138caf9-0

Inovasi Rompi Pendingin untuk Pekerja di Tengah Cuaca Ekstrem

Dailynesia.com – Di tengah meningkatnya suhu global, China terus berinovasi untuk melindungi para pekerjanya dari dampak cuaca panas yang semakin intens. Salah satu terobosan terbaru adalah penggunaan rompi berpendingin yang dirancang khusus untuk petugas kebersihan. Pasukan Oranye Pakai Rompi AC Adem telah menjadi solusi praktis bagi mereka yang harus bekerja berjam-jam di bawah terik matahari. Di kota Nanjing, inovasi ini telah mulai diimplementasikan secara luas untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja lapangan.

Spesifikasi Teknis dan Cara Kerja Rompi AC

Rompi pendingin ini memiliki desain yang mirip dengan seragam kerja oranye tradisional, namun dilengkapi dengan teknologi canggih di dalamnya. Menurut laporan dari stasiun televisi CCTV, setiap rompi dilengkapi dengan dua kipas mini yang terpasang di sisi kiri dan kanan. Pekerja dapat memilih dari tiga tingkat kecepatan kipas sesuai dengan kondisi cuaca saat itu. Setiap kipas dihubungkan dengan power bank portabel yang dapat dibawa kemana saja.

Kapasitas daya dari power bank ini mampu bertahan antara tiga hingga empat jam penggunaan terus-menerus. Yang menarik, pengisian daya yang singkat selama istirahat makan siang sudah cukup untuk memastikan rompi tetap berfungsi sepanjang sore hari. Hal ini sangat membantu pekerja yang tidak memiliki akses ke sumber listrik di lokasi kerja mereka.

“Suaranya hampir tidak terdengar,” ujar Zhu Wenxian, salah satu pengguna awal yang menilai rompi ini sangat membantu mengurangi stres akibat paparan panas. Meskipun kipas hanya berada di area pinggang, efek pendinginan terasa hingga ke bagian atas tubuh.

Distribusi dan Respons Masyarakat

Menurut laporan Global Times pada Kamis, 30 Juli 2026, distribusi lebih dari dua puluh rompi AC telah dilakukan di distrik Xuanwu, Nanjing. Waktu ini dipilih dengan tepat karena bertepatan dengan awal musim “sanfu” atau tiga hari terpanas dalam setahun. Periode ini dikenal sebagai masa dengan suhu tertinggi yang dapat membahayakan kesehatan pekerja luar ruangan.

Warganet di berbagai platform media sosial memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pakaian kerja ini. Banyak komentar yang mendesak agar produk serupa diperkenalkan secara nasional untuk melindungi lebih banyak pekerja. Sementara itu, perusahaan berbasis Shenzhen, Carbon-Based, juga menghadirkan rangkaian item pendingin yang lebih lengkap. Mulai dari rompi, cincin leher, hingga topi yang semuanya dilengkapi sistem pendingin khusus.

Li Rui, perwakilan perusahaan tersebut, menjelaskan bahwa teknologi inti dari semua produk mereka mengandalkan perubahan fasa material. Material akan menyerap panas saat suhu naik, lalu melepaskannya kembali ketika suhu mulai menurun. Metode ini dinilai efektif karena mencegah pendinginan berlebihan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti hipotermia atau flu.

Topi AC dari Provinsi Sichuan

Provinsi Sichuan juga tidak ketinggalan menghadirkan inovasi dengan “topi AC” yang unik. Produk ini mampu mengendalikan suhu internal hingga mencapai 28,4 derajat Celcius melalui penyesuaian material dan struktur yang dirancang khusus. Tim peneliti merancang topi ini agar dapat mengatur refleksi matahari serta radiasi termal secara optimal.

Hasilnya, udara dingin dihasilkan tanpa memerlukan sumber listrik eksternal. Teknologi ini sangat cocok untuk pekerja yang bergerak aktif di luar ruangan sepanjang hari. Dengan kombinasi rompi dan topi pendingin, pekerja dapat tetap nyaman bahkan di tengah cuaca terik sekalipun.

Biro Pengelola Kota Nanjing kini mempromosikan rompi AC ke seluruh wilayah kota, dengan target memberikan perangkat ini kepada lebih banyak pekerja kebersihan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mengurangi angka sakit akibat paparan panas ekstrem. Pasukan Oranye Pakai Rompi AC Adem bukan hanya sekadar tren, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan pekerja Indonesia di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY