Samsung Jelaskan Alasan Harga Galaxy Z Fold 8 di Korea Lebih Rendah
Dailynesia.com – Ko-CEO sekaligus Kepala Divisi Device Experience, Roh Tae-moon, memberikan klarifikasi mengenai perbedaan harga smartphone flagship terbaru Samsung di berbagai negara. Menurutnya, Galaxy Z Fold 8 memang dijual dengan tarif lebih ekonomis di pasar domestik Korea Selatan dibandingkan dengan wilayah global lainnya.
Perbandingan Harga di Tiga Wilayah Utama
Untuk varian Z Fold 8 Ultra, konsumen di Korea Selatan cukup merogoh kocek mulai dari 2,58 juta won atau setara Rp 31,6 juta. Angka ini jelas lebih rendah dibandingkan harga di Amerika Serikat yang mencapai US$2.099 atau Rp 37,6 juta, serta Eropa yang dibanderol 2.199 euro atau Rp 44,8 juta. Secara persentase, harga di AS dan Eropa masing-masing lebih mahal sebesar 20,4% dan 44%.
Sementara itu, untuk model Fold 8 standar, harga di Korea tercatat sebesar US$1.541 atau Rp 27,6 juta. Perbandingan dengan pasar internasional menunjukkan selisih yang cukup signifikan. Di AS, harga mencapai US$1.899 atau Rp 34 juta, yang berarti 23,2% lebih tinggi. Bahkan di Eropa, harga bisa menyentuh US$2.280,95 atau Rp 40,8 juta, menjadikannya 48% lebih mahal dibandingkan versi Korea.
Korea sebagai Fondasi Daya Saing Global
Roh Tae-moon menekankan bahwa pasar Korea memiliki peran strategis bagi Samsung. Menurutnya, dukungan dan masukan dari pelanggan lokal menjadi dasar penguatan merek Galaxy di kancah internasional.
“Dukungan, umpan balik, dan dorongan dari konsumen Korea menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing di global merek Galaxy. Sebagai pengakuan pentingnya pasar Korea, kami akan terus berupaya menawarkan perangkat Galaxy dengan harga paling kompetitif di Korea dan mempertahankannya di masa depan,” jelas Roh.
Komentar tersebut dikutip dari Korea Times pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Menangani Kenaikan Biaya Memori
Selain isu harga, Samsung juga sedang menghadapi tantangan terkait kenaikan biaya memori yang terjadi sejak awal tahun ini. Roh menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan optimalisasi rantai pasokan serta kolaborasi erat dengan pemasok komponen untuk menyerap sebagian besar kenaikan tersebut.
Namun, tidak semua biaya tambahan dapat ditanggung sepenuhnya. Sebagian dari kenaikan tersebut terlihat melalui penyesuaian harga pada peluncuran perangkat baru. Roh memastikan bahwa Samsung akan terus berkoordinasi dengan mitra bisnis untuk meminimalkan dampak negatif dari kondisi ini.
“Begitu biaya melebihi kemampuan kami menanggungnya, tidak bisa dihindari sebagian dari kenaikan akan terlihat dalam harga peluncuran. Bahkan dalam kondisi itu, tujuan kami bukan membebankan seluruh bebannya kepada konsumen. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami agar dapat meninimalkan dampak sekaligus membuat inovasi Galaxy yang bisa diakses sebanyak mungkin pelanggan,” ucapnya.

