Ilmuwan Akhirnya Tahu Cara Paus Tidur di Laut Tapi Tak Tenggelam

1 week ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
0a6e42dd-d36e-423c-81b4-d2181a0b4c54-0

Misteri Paus Sperma Tidur Tanpa Tenggelam Terpecahkan

Dailynesia.com – Untuk waktu yang lama, komunitas ilmiah penasaran bagaimana paus sperma mampu mempertahankan posisi tegak dan tetap diam di kedalaman laut tanpa terangkat ke permukaan atau jatuh ke dasar. Penelitian terbaru akhirnya memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa paus sperma secara rutin mengeluarkan gelembung udara guna mengontrol daya apung tubuhnya.

Metode Pengaturan Daya Apung

Kajian ilmiah yang diterbitkan baru-baru ini menelaah pergerakan serta suara dari 42 individu paus sperma. Hewan-hewan tersebut dilengkapi pelacak selama periode pengamatan lebih dari satu dekade di perairan Norwegia. Kepala paus sperma mengandung minyak spermaceti yang memberikan bobot ringan, membuat mereka cenderung mengapung ke atas layaknya gabus.

Saat beristirahat dengan posisi vertikal dan kepala mengarah ke permukaan, udara dalam paru-paru akan mengembang seiring berkurangnya kedalaman. Proses ini mendorong tubuh paus terus bergerak naik. Untuk menjaga posisi tetap stabil, paus mengeluarkan gelembung udara secara berkala melalui lubang pernapasan. Strategi ini menciptakan keseimbangan daya apung menuju titik netral, memungkinkan hewan tersebut menggantung tanpa perlu menggerakkan ekornya.

Detail Perilaku Gelembung

Jumlah gelembung yang dilepaskan bervariasi tergantung kedalaman. Paus yang tidur di dekat permukaan laut rata-rata mengeluarkan 11 gelembung per sesi istirahat. Sebaliknya, individu yang beristirahat sambil naik dari kedalaman ekstrem hanya memerlukan 3 hingga 4 kali pelepasan gelembung, karena tekanan air tinggi telah memadatkan udara dalam tubuh mereka. Dalam satu catatan khusus, seekor paus tercatat melepaskan hingga 36 gelembung dalam satu kali periode istirahat.

Paus sperma tidak tidur dalam waktu panjang seperti manusia. Mereka beristirahat selama 6 hingga 31 menit dengan posisi tegak lurus di bawah permukaan. Terdapat tiga metode yang digunakan: menurunkan ekor terlebih dahulu, menyelam singkat kemudian memutar kepala ke atas, atau beristirahat perlahan saat kembali naik dari penyelaman dalam.

“Saat kita mendengarkan rekaman, suara gelembung terdengar hampir di semua sesi tidur, sekitar 92 persen kasus,” ujar tim peneliti dari Universitas St Andrews.

Penemuan ini tidak hanya mengungkap salah satu misteri perilaku hewan laut terbesar, tetapi juga menunjukkan bagaimana makhluk besar beradaptasi dengan hukum fisika untuk bertahan hidup di lingkungan laut.

MORE FROM THIS CATEGORY