Pemerintah Apresiasi Keputusan BI Menahan Suku Bunga Acuan
Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik keputusan Bank Indonesia yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Langkah ini dinilai sebagai langkah tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga sebagai sinyal positif bagi sektor riil dan perbankan Indonesia. Sebelumnya, bank sentral telah melakukan kenaikan berturut-turut selama tiga bulan yang mencapai total 100 basis poin, sehingga keputusan untuk menahan suku bunga kali ini menjadi sangat dinantikan.
“Ya, bagus. Jadi kita mengapresiasi BI menahan tingkat suku bunga, karena tingkat suku bunga ini penting untuk sektor riil, untuk bisa bergerak,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian pada Rabu (22/7/2026).
Detail Suku Bunga yang Dipertahankan BI
Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia mengumumkan bahwa BI-Rate akan tetap berada di level 5,75%. Selain itu, suku bunga untuk Deposit Facility dipertahankan pada angka 4,75%, sementara Lending Facility tetap di posisi 6,50%. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang memerlukan stabilitas. Keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor perbankan dan mendorong ekspansi kredit yang lebih baik di berbagai kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Airlangga meyakini bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian Indonesia. Dengan suku bunga yang stabil, biaya pinjaman untuk perusahaan dan rumah tangga diharapkan tidak meningkat secara signifikan. Hal ini akan mendukung investasi dan konsumsi yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit,” tegasnya.
Kebijakan Pendukung Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa selain keputusan suku bunga, bank sentral juga memperluas berbagai kebijakan insentif. Tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak investasi portofolio asing serta memperkuat nilai tukar Rupiah. Selain itu, upaya juga dilakukan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan valas, serta meningkatkan likuiditas di sektor perbankan. Semua kebijakan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
“Keputusan BI-Rate dan kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah (“pro-stability”),” kata Perry.
Perry juga menambahkan bahwa kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan pendekatan dual ini, BI berharap dapat menciptakan keseimbangan antara stabilitas dan dinamika pertumbuhan yang sehat bagi perekonomian nasional. Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga sebagai langkah strategis yang akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

