BI Catat Lonjakan Aktivitas Pembayaran Digital di Kuartal Kedua 2026
Dailynesia.com – Jakarta mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Bank Indonesia (BI) merilis data yang menunjukkan kinerja positif pada sektor keuangan digital selama kuartal II tahun 2026. Berdasarkan catatan resmi, total volume transaksi pembayaran elektronik oleh masyarakat Indonesia menyentuh angka 16,07 miliar. Angka ini merepresentasikan kenaikan 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh perluasan cakupan akseptasi metode pembayaran digital di berbagai sektor.
Peran BI-FAST dan BI-RTGS dalam Transaksi Nasional
Dari perspektif infrastruktur, Gubernur BI Perry Warjiyo menyoroti kontribusi sistem BI-FAST. Volume transaksi ritel yang diproses melalui jaringan ini mencapai 1.529 juta unit pada triwulan kedua 2026. Pertumbuhan tercatat sebesar 38,09 persen secara tahunan. Nilai keseluruhan transaksi melalui BI-FAST mencapai Rp3.777 triliun. Sistem pembayaran ritel nasional ini memungkinkan perpindahan dana antarbank secara real-time tanpa batasan waktu, beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Pengguna layanan ini menikmati biaya transfer yang kompetitif dengan batas maksimal Rp2.500 per kali transaksi. Selain itu, limit tertinggi yang dapat ditransfer mencapai Rp250 juta dalam satu kali pengiriman.
Sementara itu, transaksi nilai besar melalui BI-RTGS juga menunjukkan tren positif. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 2,63 juta dengan pertumbuhan 13,03 persen year on year. Nilai nominal transaksi BI-RTGS sendiri naik 12,66 persen, menyentuh level Rp53.492 triliun pada periode yang sama.
QRIS dan Transaksi Mobile Mendominasi Pertumbuhan
Perry Warjiyo menjelaskan detail pertumbuhan per segmen transaksi dalam pernyataannya:
“Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh sebesar 16,88% (yoy) dan 31,39% (yoy) termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 100,12% (yoy) pada triwulan II 2026,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (22/7/2026).
Menurut Perry, performa positif QRIS tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengguna aktif serta merchant yang menerima pembayaran melalui sistem tersebut. Adopsi teknologi pembayaran digital semakin masif seiring dengan kemudahan akses dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem elektronik.

