Anak Sering Sakit Perut dan Susah BAB? Ini Solusi dari Pakar Gastro

10 hours ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
ilustrasi-anak-anak-1753269413588_169

Gangguan Pencernaan pada Anak: Panduan dari Spesialis

Dailynesia.com – Banyak orang tua yang merasa khawatir ketika anak sering sakit perut dan susah buang air besar. Kondisi-kondisi ini tidak boleh diabaikan karena sistem pencernaan anak masih dalam tahap perkembangan dan berbeda dari orang dewasa. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Ketika keluhan ini berlangsung berulang kali, orang tua perlu memahami penyebabnya dan mencari solusi yang tepat.

Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), seorang konsultan gastroenterohepatologi anak dari Eka Hospital MT Haryono, menekankan bahwa pencernaan anak memiliki keunikan tersendiri. Ia menjelaskan hal tersebut saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa, 21 Juli 2026. Menurut beliau, banyak orang tua yang belum menyadari bahwa keluhan pencernaan pada anak memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan pada orang dewasa.

“Pencernaan anak bukan sekadar versi kecil dari orang dewasa tapi ia memiliki keunikan yang butuh penanganan spesifik. Penanganan dini hari ini adalah perlindungan terbaik untuk tumbuh kembangnya di masa depan,” kata Dr. dr. Eva.

Gangguan Pencernaan yang Sering Terjadi

Menurut Dr. dr. Eva J, terdapat beberapa kondisi pencernaan yang paling sering ditemui oleh dokter spesialis anak. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan anak sering sakit perut dan susah dalam aktivitas sehari-hari. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai masing-masing gangguan:

1. Konstipasi Kronis Kesulitan buang air besar yang berlangsung lama, sering kali dipicu oleh pola makan kurang serat atau faktor psikologis anak seperti trauma saat BAB keras. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan enggan untuk makan.

2. Diare Akut dan Kronis Infeksi atau intoleransi makanan yang menyebabkan anak kehilangan banyak cairan. Diare yang berlangsung lama dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan dehidrasi pada anak.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Anak Kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan, sering memicu mual dan muntah. Anak dengan GERD biasanya mengeluh nyeri ulu hati dan rasa pahit di mulut.

4. Alergi Makanan & Intoleransi Laktosa Reaksi sistem kekebalan tubuh atau ketidakmampuan mencerna zat tertentu yang memicu gangguan perut. Gejala yang muncul bervariasi mulai dari ruam kulit hingga gangguan pencernaan.

5. Gangguan Penyerapan Nutrisi (Malabsorpsi) Kondisi yang membuat berat badan anak sulit naik meskipun sudah makan banyak. Anak dengan malabsorpsi sering terlihat kurus dan lemas.

Pentingnya Pola Makan dalam Kesehatan Pencernaan

Pola makan memegang peran kunci, baik sebagai langkah pencegahan maupun bagian dari terapi penyembuhan gangguan pencernaan anak. Dr. dr. Eva menekankan pentingnya orang tua dalam mengatur apa yang dikonsumsi oleh anak sehari-hari. Ketika anak sering sakit perut dan susah BAB, perubahan pola makan sering kali menjadi solusi utama.

“Saluran pencernaan anak adalah motor utama penyerapan nutrisi mereka. Dengan konsisten mengatur jenis makanan, porsi, hingga jadwal kebiasaan harian, orang tua tidak hanya menyembuhkan gangguan yang ada, tetapi juga membangun benteng pencegahan agar masalah pencernaan tidak datang kembali,” paparnya.

Berikut adalah beberapa langkah nyata dalam mengatur pola makan anak:

1. Cukupi Kebutuhan Serat dan Air Pastikan anak mengonsumsi cukup sayur, buah, dan air putih untuk mencegah konstipasi. Serat membantu melancarkan proses pencernaan dan mengurangi keluhan perut.

2. Batasi Makanan Olahan (Ultra-Processed Food) Kurangi camilan yang tinggi gula, garam, dan pengawet karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik (mikrobioma) di usus anak. Makanan olahan sering menjadi pemicu gangguan pencernaan.

3. Perhatikan Gejala Alergi Jika anak sering kembung atau diare setelah mengonsumsi susu sapi atau makanan tertentu, segera catat dan konsultasikan ke dokter untuk eliminasi diet yang tepat. Identifikasi alergi membantu mencegah keluhan berulang.

4. Jadwal Makan yang Teratur Membiasakan anak makan tepat waktu membantu melatih asam lambung dan sistem pencernaan bekerja lebih stabil. Konsistensi jadwal makan juga membantu anak memiliki kebiasaan BAB yang teratur.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan solusi yang tepat, orang tua dapat membantu anak sering sakit perut dan susah BAB untuk pulih dan tumbuh sehat. Konsultasi rutin ke dokter spesialis anak juga disarankan untuk memantau perkembangan pencernaan anak secara berkala.

MORE FROM THIS CATEGORY