Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat: Purbaya Ungkap Tekanan Likuiditas pada Perbankan: Kredit dan DPK Beberapa Bank Menunjukkan Angka Negatif Bank Daerah
Purbaya Ungkap Tekanan Likuiditas pada Perbankan: Kredit dan DPK Beberapa Bank Menunjukkan Angka Negatif
Bank Daerah Dipertimbangkan Terima Bantuan Dana
Dailynesia.com – Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kinerja sejumlah bank pemerintah daerah yang mencatat pertumbuhan minus pada kredit serta dana pihak ketiga. Menurutnya, institusi perbankan daerah tersebut akan mendapat tinjauan khusus untuk penempatan dana pemerintah, serupa dengan langkah yang telah diterapkan pada bank-bank Himbara sebelumnya.
“Ada beberapa (BPD) yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu,” ujar Purbaya.
Mekanisme Bantuan Kas dari Bank Besar ke Perbankan Menengah
Tidak menampik adanya keluhan dari sektor perbankan, khususnya bank BUKU 2 dan 3, soal kondisi likuiditas yang semakin ketat. Keluhan ini muncul seiring upaya pemerintah menyuntikkan likuiditas melalui sisa anggaran lebih ke bank-bank Himbara.
Purbaya menjelaskan bahwa jajarannya mengandalkan bantuan manajemen kas yang dialirkan dari bank BUKU 4, kemudian merambat ke bank BUKU 2 dan 3. Perlu dicatat bahwa bank BUKU 4 merupakan bank dengan modal inti minimal Rp30 triliun, yang kini lebih dikenal sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4.
“Kita harapkan bantuan atau manajemen cash. Soalnya itu bisa membantu ke Bank Buku 4. Nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke BUKU 2 dan BUKU 3,” kata Purbaya kepada awak media usai Konferensi Pers APBN di Gedung Juanda, Selasa (21/7/2026).
“Kita kasih ke BUKU 4 kan (bantuan cash). Nanti ke BUKU 3, BUKU 2, BUKU 1 pelan-pelan akan menyebar,” ujarnya.
Penempatan Dana Pemerintah untuk Sektor Perbankan
Seperti diketahui, pemerintah berencana menempatkan kembali dana sebesar Rp281 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara, baik untuk bank BUKU 3 maupun BUKU 4. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana tambahan sebesar Rp100 triliun yang dapat digunakan jika perbankan membutuhkan bantuan secara mendadak.
Related SEO Topics
- Home
- Artikel terkait Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat
- MK Putuskan IUP ke Ormas Tak Bisa Tunjuk Langsung, Bahlil Siapkan Ini
- Menhub: Bandara Husein untuk Rute Domestik, Internasional di Kertajati
- Mensesneg Ungkap Prabowo Segera Teken Keppres Jampidus Kejagung
- PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
Frequently Asked Questions
Apa itu Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat?
Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.
Mengapa Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat penting?
Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Bagaimana cara memakai panduan Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat ini?
Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

