Mobil Listrik Pertama Buatan RI Meluncur, Penampakannya Tak Terduga

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
8941e229-1e20-48ae-8123-da1ee382a14c-0

Mobil Listrik Pertama Buatan RI Meluncur, Penampakannya Tak Terduga

Dailynesia.com – Sebelum industri kendaraan listrik berkembang secara masif, Indonesia telah meraih prestasi sejak 29 tahun lalu dengan meluncurkan mobil listrik pertamanya. Proyek ini dilakukan oleh tim mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) pada bulan Juli 1997. Menurut laporan harian Kompas pada 25 Juli 1997, mobil tersebut menggunakan empat baterai berkapasitas 12 volt dan 120 AH. Kecepatannya terbatas, hanya 20 kilometer per jam di jalan rata, sementara di jalan menanjak hanya mencapai 5 kilometer per jam. Kapasitas tempat duduk maksimal enam orang, dengan durasi penggunaan hingga 75 menit.

Proyek Mahasiswa UI

Meskipun spesifikasi teknisnya masih sederhana, mobil ini dianggap sebagai langkah awal dalam industri mobil listrik nasional. Tenaga penggeraknya didukung oleh PT Roda Naga Karya, yang membantu tim sepuluh mahasiswa di bawah kepemimpinan Sabda Firman Jusuf. Proses pengembangan memakan waktu sembilan bulan, menurut catatan Kompas.

“Untuk membuat KAL, sepuluh mahasiswa yang diketuai Sabda Firman Jusuf menyelesaikannya dalam waktu sembilan bulan. Mereka mendapat bantuan dari PT Roda Naga Karya untuk bisa menyelesaikan prototipe pertama itu,” tulis Kompas.

Dalam era tersebut, teknologi mobil listrik global sudah lebih berkembang. Produsen seperti General Motors mengembangkan kendaraan dengan kemampuan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Namun, pengembangan mobil listrik di dalam negeri tetap dianggap penting karena menjadi fondasi awal inovasi.

Jalan Terjal Mobil Listrik Buatan RI

Perkembangan teknologi pada masa itu belum memungkinkan produksi massal. Meski memiliki potensi, mobil listrik pertama itu kian ditinggalkan dari sorotan media. Selain itu, pemerintah DKI Jakarta juga mengusung konsep kendaraan listrik sebagai pengganti transportasi umum tradisional, seperti bemo dan ojek. Upaya ini, sayangnya, menghadapi hambatan karena teknologi masih kurang matang.

Beberapa tahun setelahnya, LIPI melalui Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik terus mengeksplorasi pengembangan mobil listrik. Mereka pernah melakukan penelitian untuk mengganti mesin mobil konvensional, seperti Timor dan Kijang, dengan motor listrik. LIPI juga menghasilkan desain kendaraan khusus, termasuk mobil golf, ambulans, dan mobil patroli, tetapi proyek ini masih menghadapi tantangan.

MORE FROM THIS CATEGORY