Selain Hantavirus, Inilah 5 Penyakit yang Ditularkan oleh Tikus

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-tikus-bambu-unsplashbrett-jordan-1748086569319_169

Key Discussion: 5 Penyakit Tular dari Tikus Selain Hantavirus

Dailynesia.com –

Key Discussion – Jakarta, Tahun ini, keberadaan tikus kembali menjadi sorotan karena kemampuannya menularkan berbagai penyakit ke manusia. Selain virus hantavirus, ada sejumlah penyakit lain yang bisa dibawa oleh tikus. Karena itu, wajib bagi kita untuk waspada terhadap risiko kesehatan ini.

Leptospirosis – Infeksi Bakteri yang Menyebar Melalui Kontak dengan Tikus

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang paling sering ditularkan oleh tikus. Penyebab utamanya adalah bakteri leptospira, yang bisa menyebar melalui urine tikus atau air yang tercemar. Risiko penularan meningkat saat musim hujan karena bakteri ini mudah bertahan di lingkungan lembab. Orang yang sering beraktivitas di area banjir atau tempat dengan sanitasi buruk perlu lebih berhati-hati.

Salmonellosis – Bahaya Bakteri dari Sisa Makanan Terkontaminasi

Salmonellosis juga masuk dalam daftar penyakit yang ditularkan oleh tikus. Bakteri salmonella bisa menyebar melalui makanan yang terbawa kontak dengan tikus. Jika makanan tidak disimpan dengan baik, bakteri ini bisa menginfeksi sistem pencernaan. Gejalanya biasanya diare, demam, dan muntah, yang bisa berlangsung beberapa hari jika tidak segera diatasi.

Pes atau Plague – Penyakit Berbahaya yang Menyebar via Gigitan Kutu

Pes atau plague adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang bisa menyebar melalui kutu yang mengisap darah tikus. Pes bubonik adalah jenis paling umum, dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening dan demam tinggi. Meski kasusnya tidak terlalu banyak, penyakit ini tetap bisa berakibat fatal jika tidak diatasi secara tepat.

Rat-Bite Fever – Infeksi Serius dari Gigitan Tikus

Rat-Bite Fever adalah penyakit yang menular melalui air liur tikus. Banyak orang mengabaikan gejala awalnya, seperti demam dan nyeri otot, karena terlihat ringan. Namun, jika tidak segera ditangani, infeksi bisa mengarah ke peradangan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Maka, penting untuk segera memeriksa luka gigitan dan melakukan pemeriksaan medis.

LCMV – Virus yang Menyebabkan Peradangan Otak

Virus LCMV (Lymphocytic Choriomeningitis Virus) juga bisa menyebar dari tikus. Penularannya terjadi melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat. Meski gejalanya mirip flu, virus ini bisa berkembang menjadi meningitis atau peradangan otak. Ibu hamil perlu lebih waspada karena LCMV berpotensi menimbulkan komplikasi pada janin.

Dalam Key Discussion ini, penting untuk memahami bahwa tikus bukan hanya hama, tetapi juga pembawa penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan. Dengan mengetahui penyakit-penyakit ini, kita bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan makanan tetap aman dari kontak tikus.

MORE FROM THIS CATEGORY