Dunia Menanti Trump & Xi Jinping, Siapa “Bestie” Terdekat RI?
Dailynesia.com – Beijing, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah dipersiapkan untuk berlangsung pekan ini. Pertemuan ini dianggap sangat penting mengingat hubungan bilateral antara dua negara masih memanas, terutama dalam isu dagang, teknologi, Taiwan, hingga konflik Iran. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka keenam antara Trump dan Xi sejak Trump memulai jabatan sebagai Presiden AS. Keduanya terakhir kali bertemu pada Oktober 2025 di Busan, Korea Selatan, selama agenda APEC. Pertemuan itu menjadi pertemuan pertama mereka setelah 2019 di Osaka, Jepang.
Kunjungan Trump ke Tiongkok kali ini juga menandai pertemuan pertama sejak 2017. Pada masa jabatannya pertama, Trump sempat berkunjung ke Beijing, namun kali ini pertemuan dilakukan dalam konteks hubungan ekonomi yang lebih dinamis. Pertemuan Trump dan Xi sangat krusial karena AS serta Tiongkok merupakan dua ekonomi utama dunia. Setiap perubahan hubungan antara keduanya berpotensi memengaruhi perdagangan global, rantai pasok, harga komoditas, investasi, hingga pasar keuangan.
China Masih Jadi Pasar Ekspor Terbesar RI
Dari sisi ekspor, Tiongkok masih menempati posisi utama bagi Indonesia dibandingkan AS. Berdasarkan data ekspor RI ke dua negara, nilai ekspor ke Tiongkok selalu lebih besar dari ekspor ke AS sejak 2021 hingga kuartal I-2026. Pada 2021, ekspor ke Tiongkok mencapai US$53,77 miliar, lebih dari dua kali nilai ekspor ke AS yang hanya US$25,79 miliar. Dominasi Tiongkok terus berlanjut, di mana pada 2022 ekspor ke Tiongkok meningkat menjadi US$65,92 miliar, sedangkan ekspor ke AS hanya US$28,19 miliar.
Ekspor ke Tiongkok juga tetap menguasai pasar Indonesia pada 2023, US$65,03 miliar, sementara ekspor ke AS mengalami penurunan ke US$23,27 miliar. Pada 2024, nilai ekspor ke Tiongkok mencapai US$62,73 miliar, sedangkan ekspor ke AS tumbuh sedikit ke US$26,53 miliar. Pada 2025, ekspor ke Tiongkok mencapai US$67,03 miliar, hampir dua kali lipat ekspor ke AS yang sebesar US$30,95 miliar. Pertumbuhan ekspor RI ke Tiongkok pada 2025 mencapai 24,7%, sedangkan ekspor ke AS naik sekitar 20,0%.
Investasi China Makin Jauh Tinggalkan AS
Data dari BKPM menunjukkan bahwa Tiongkok kian menguasai sektor investasi langsung di Indonesia. Pada 2010 hingga 2014, investasi AS sempat lebih besar dari Tiongkok, dengan realisasi US$0,93 miliar pada 2010 dan US$0,57 miliar pada tahun yang sama. Namun, trend berubah sejak 2015, di mana investasi Tiongkok untuk pertama kalinya melampaui AS, mencapai US$0,94 miliar dibandingkan AS sebesar US$0,89 miliar.
Kemudian, laju investasi Tiongkok terus meningkat. Pada 2016, realisasi investasi dari Tiongkok mencapai US$2,25 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan AS yang hanya US$1,16 miliar. Dominasi Tiongkok semakin jelas pada 2023 dan 2024, dengan investasi mencapai US$6,50 miliar dan US$8,10 miliar masing-masing. Pada periode yang sama, investasi AS hanya US$3,28 miliar pada 2023 serta US$3,70 miliar pada 2024.
Sepanjang 2025, Tiongkok tetap menjadi salah satu sumber investasi terbesar Indonesia. Dalam Januari-Desember 2025, negara tersebut menempati posisi ketiga sebagai negara asal PMA terbesar dengan realisasi investasi US$7,5 miliar. Sementara itu, AS tidak masuk dalam lima besar negara asal investasi pada tahun tersebut, dengan lima besar dihuni Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Malaysia, dan Jepang.
Selama ini, Tiongkok tidak hanya mendominasi ekspor tapi juga menunjukkan konsistensi dalam arus investasi. Hal ini menegaskan bahwa hubungan ekonomi RI dengan Tiongkok tetap menjadi prioritas utama dibandingkan AS, meski keduanya memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

