Heboh! Dukun di Jakarta Ngaku Kenal Orang Istana – Sukses Raup Miliaran

5 days ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-dukun_169

Heboh Dukun di Jakarta Ngaku Kenal Orang Istana

Dailynesia.com – Banyak orang di Jakarta terkejut saat seorang dukun mengklaim memiliki koneksi dengan orang istana, yang menjadi modus untuk menipu para calon korban. Sejak beberapa waktu lalu, aksi ini memicu perdebatan di masyarakat karena terkesan mudah menipu dengan memanfaatkan iman terhadap hal-hal mistis. Modus seperti ini pernah terjadi pada tahun 1949, saat seorang wanita bernama Raden Ajoe berpura-pura memiliki koneksi dengan kalangan berpengaruh di Istana Negara untuk memperoleh kepercayaan dan menipu banyak orang, hingga mengumpulkan uang dalam jumlah yang fantastis.

Modus Penipuan Melalui Koneksi Masyarakat

Raden Ajoe, seorang dukun yang awalnya memperkenalkan diri sebagai peramal, mengaku bisa melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun. Ia menawarkan jasa untuk membantu calon korban menemukan kekayaan mereka, dengan syarat melakukan ritual pemanggilan arwah di rumahnya. Ritual tersebut dilakukan dengan biaya tinggi, yang membuat para pelanggan merasa tergiur.

Agar lebih meyakinkan, Raden Ajoe memainkan peran sebagai orang yang memiliki hubungan dengan orang istana. Ia berpura-pura menelepon teman dekatnya yang disebut sebagai tokoh kaya di Istana Negara. Aksi ini membuat para korban semakin percaya bahwa dukun tersebut memiliki kekuatan dan kepercayaan dari pihak berwajib. Dengan cara ini, Raden Ajoe berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah besar.

Kasus Penipuan di Jakarta dan Kota Lain

Dari hasil penyelidikan, ternyata Raden Ajoe bukan hanya menipu di Jakarta, tetapi juga melakukan aksi serupa di Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Ia menggunakan modus yang sama untuk memperoleh kepercayaan, yaitu dengan mengklaim kenalan orang istana. Dalam waktu singkat, penipuannya berhasil mengumpulkan dana yang cukup besar, dengan nilai uang dianggap mencapai ratusan ribu gulden.

Nilai uang yang berhasil dikumpulkan Raden Ajoe tergolong sangat besar pada masanya. Sebagai perbandingan, harga 1 gram emas pada tahun 1949 mencapai 44 gulden. Artinya, uang hasil penipuan tersebut bisa digunakan untuk membeli sekitar 4 kilogram emas. Jika dikonversi ke nilai rupiah tahun 2024, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp4 miliar. Sementara itu, di Yogyakarta, korban mengalami kerugian hingga Rp463.000.

Pelaporan dan Penangkapan Penipu

Sampai akhirnya, seorang pengusaha China mulai curiga terhadap aksi Raden Ajoe. Ia menyadari bahwa dukun tersebut tidak benar-benar melakukan panggilan telepon ke orang kaya di Istana Negara. Dari situ, pengusaha itu melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah penyelidikan dilakukan, seluruh modus penipuan Raden Ajoe terungkap.

Hasilnya, Raden Ajoe dan rekannya ditahan oleh pihak berwajib. Dari dana yang terkumpul, sebagian besar digunakan untuk menghidupi sekitar 10 orang temannya. Penangkapan ini menjadi contoh bagaimana modus heboh dukun di Jakarta ngaku kenal orang istana bisa berdampak besar terhadap masyarakat.

Selain itu, kasus ini juga memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai seseorang. Modus penipuan dengan mengklaim koneksi orang istana menjadi semakin populer, karena masyarakat cenderung lebih mudah tergiur oleh kesan ajaib dan kekuatan yang diklaim.

Dengan nilai kerugian hingga Rp19 miliar dalam rupiah saat ini, penipuan oleh Raden Ajoe menjadi salah satu kasus terbesar pada masa itu. Ini menunjukkan betapa luas dampak dari modus heboh dukun di Jakarta ngaku kenal orang istana. Pihak berwajib juga memberikan penjelasan bahwa Raden Ajoe bukanlah seorang dukun sejati, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kesenjangan informasi.

MORE FROM THIS CATEGORY