IHSG Sesi 1 Bertahan di Zona Hijau, Ditutup Naik 0,11%

3 weeks ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
layar-menampilkan-pergerakan-indeks-harga-saham-gabungan-ihsg-di-bursa-efek-indonesia-bei-jakarta-selasa-3062026-1782797019043_169

Special Plan: IHSG Sesi 1 Bertahan di Zona Hijau, Ditutup Naik 0,11%

Dailynesia.com – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi yang stabil dalam sesi perdagangan pertama hari ini, Senin (13/7/2026). Pada akhir sesi, IHSG ditutup dengan kenaikan tipis sebesar 0,11% atau 6,48 poin ke level 5.930,84. Meski mengalami penurunan signifikan di awal sesi hingga 5.898 atau 0,44%, indeks akhirnya bergerak kembali ke zona hijau. Pergerakan ini mencerminkan stabilitas pasar meski tekanan geopolitik terus menghiasi peta keuangan global.

Faktor Utama yang Mempengaruhi IHSG

Dalam sesi perdagangan, total 274 emiten menguat, 348 mengalami penurunan, dan 343 saham stagnan. Transaksi bursa mencatatkan nilai Rp 6 triliun, melibatkan 14,02 miliar saham serta 1,78 juta kali transaksi. Perubahan sektoral terlihat jelas, dengan teknologi menjadi daerah kenaikan tertinggi sebesar 0,9%, sementara sektor finansial mengalami penurunan terbesar sebesar -0,67%. Kenaikan IHSG pada hari ini bisa dikaitkan dengan dampak Special Plan yang sedang dijalankan pemerintah untuk memperkuat perekonomian.

Special Plan berperan penting dalam menstabilkan pasar keuangan nasional, terutama setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran investor terhadap pasokan energi dan inflasi. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi asing yang terus mengalir ke pasar saham Indonesia.

Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara pasukan Amerika Serikat dan Iran, terus menjadi sorotan pasar keuangan global. Serangan rudal dan drone yang dilakukan Iran pada Minggu kemarin menargetkan fasilitas militer AS di berbagai wilayah Teluk, termasuk menyatakan kembali penutupan Selat Hormuz. Jalur ini menjadi pintu utama bagi 20% dari perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga perubahan aksesnya langsung memengaruhi harga energi.

“Kami sedang menghajar mereka,” ujarnya kepada Reuters.

Media Iran melaporkan ledakan terjadi di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, sementara CENTCOM menyatakan telah menyerang lebih dari 300 target militer Iran dalam tiga hari terakhir. Tindakan ini memperkuat kekhawatiran tentang kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi global. Dengan adanya Special Plan, investor diberi kepastian untuk terus berinvestasi meski situasi geopolitik tak menjamin ketenangan.

Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Keterkaitan dengan Special Plan

Seiring eskalasi konflik di Timur Tengah, Bursa Korea Selatan (KOSPI) mengalami aksi jual besar-besaran. Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok lebih dari 8% dalam perdagangan intraday, memaksa operator bursa Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan seluruh saham yang terdaftar. Penghentian ini dilakukan setelah indeks turun di bawah level penutupan sebelumnya, mencerminkan ketidakpastian pasar global terhadap stabilitas ekonomi.

Ketegangan geopolitik tidak hanya mengguncang pasar Indonesia, tetapi juga berdampak signifikan pada bursa saham lainnya, termasuk Korea Selatan. Dengan Special Plan yang sedang berjalan, investor diharapkan tetap fokus pada strategi jangka panjang, meski fluktuasi harian terus terjadi. Dampak dari perang di Timur Tengah juga memaksa pemerintah Indonesia untuk menilai kembali kebijakan moneter dan stabilitas harga komoditas dalam rangka mencegah penurunan ekonomi.

Analisis Pergerakan Emen dan Kinerja Sektoral

Di dalam pasar saham, beberapa emiten menjadi penopang IHSG di zona hijau. Bakrie VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) memberi kontribusi terbesar sebesar 7,69 poin, disusul Mora Telematika (MORA) 4,6 poin, Barito Pacific (BRPT) 3,19 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 2,23 poin. Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) menjadi penekan negatif dengan koreksi 1,62%, menyumbang -8,82 poin, sementara Capital Financial Indonesia (CASA) juga memberi tekanan sebesar -4,39 poin.

Pergerakan ini mencerminkan ketidakseimbangan antara sentimen positif dari Special Plan dan kekhawatiran terhadap risiko geopolitik. Meski IHSG mencatatkan kenaikan kecil, volatilitas tetap tinggi di sektor finansial dan energi. Dengan Special Plan sebagai kebijakan utama, pasar diharapkan memperoleh kepastian untuk menjaga kinerja jangka panjang, meski fluktuasi harian tetap menjadi bagian dari dinamika pasar.

Special Plan yang dijalankan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia. Dengan program ini, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing sektor industri dan menarik partisipasi lebih besar dari pelaku pasar domestik dan internasional. Namun, tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor penghalang utama.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kebijakan Special Plan tidak hanya berdampak pada sektor-sektor utama, tetapi juga membuka peluang baru bagi inovasi dan ekspansi bisnis. Pemerintah menekankan keberlanjutan program ini sebagai langkah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga stabilitas harga saham. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, IHSG diperkirakan akan bertahan dalam zona hijau dalam sesi perdagangan berikutnya.

MORE FROM THIS CATEGORY