Prabowo Kesal Banyak Pengusaha Tidak Bayar Utang, Nilainya Triliunan

4 weeks ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-saat-menyampaikan-sambutan-dalam-puncak-peringatan-hari-koperasi-ke-79-tahun-2026-jakarta-minggu-127-1783843833775_169

Special Plan: Prabowo Tegaskan Utang Triliunan Pengusaha Belum Lunas

Dailynesia.com – Dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta, Prabowo Subianto membuka wawancara dengan menyampaikan kekecewaannya terhadap banyak pengusaha yang belum melunasi utangnya. Menurutnya, nilai total kewajiban utang yang belum terbayar mencapai triliunan rupiah, menjadi tantangan besar bagi perekonomian nasional. Prabowo menyoroti bahwa kebijakan Special Plan menjadi jawaban strategis untuk mengatasi masalah ini, dengan tujuan menjamin akses yang adil bagi pelaku usaha kecil dan menengah kepada pinjaman dengan bunga rendah.

Kebijakan Koperasi sebagai Solusi Ekonomi

Prabowo menyatakan bahwa koperasi akan menjadi katalis utama dalam memperbaiki situasi utang yang menghimpit masyarakat. Ia menekankan bahwa banyak pengusaha dan petani terjebak dalam utang karena ketidakmampuan mengakses fasilitas kredit yang lebih murah. “Koperasi adalah jalan keluar dari praktik perbankan yang menipu,” tuturnya. Special Plan, kata Prabowo, bertujuan menciptakan sistem kredit yang transparan dan terjangkau, memastikan bahwa rakyat tidak hanya bisa mengambil pinjaman, tetapi juga bisa mengembalikan dalam kondisi yang lebih ringan.

“Dalam 10 tahun ini, banyak pengusaha tidak mau bayar utangnya. Jumlahnya mencapai triliunan, dan ini harus diatasi dengan Special Plan,”

Menurut Prabowo, kebijakan koperasi simpan pinjam di setiap desa dan kelurahan adalah bagian integral dari Special Plan. Ia mengungkapkan bahwa jumlah desa dan kelurahan di Indonesia mencapai 81 ribu, sehingga kehadiran koperasi di tingkat lokal bisa memberikan dampak signifikan. “Dengan keberadaan koperasi, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman rentenir yang bunganya bisa mencapai 22%,” imbuhnya.

Pemangkasan Bunga Kredit dan Peningkatan Akses

Special Plan juga menyasar pengurangan bunga kredit yang dikenakan pada masyarakat. Prabowo menjelaskan bahwa bunga 8% yang ditawarkan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit yang ada saat ini. Ia menyebutkan bahwa MEKAAR, program kredit murah yang diperkenalkan, menjadi contoh penerapan kebijakan ini. “Saya maunya bunga 5%, tapi dengan 8% itu masih layak dipertimbangkan,” jelas Prabowo.

“Dengan Special Plan, kita ingin mengubah paradigma pinjaman. Bunga kredit yang murah bisa membantu masyarakat menikmati manfaat ekonomi tanpa beban berat,”

Sebagai bagian dari Special Plan, KDKMP juga menyediakan layanan tambahan seperti apotik dengan obat generik terjangkau dan cold storage untuk menunjang produktivitas petani dan nelayan. Prabowo berharap program ini bisa menjadi pilar baru dalam pengembangan ekonomi daerah, di mana rakyat tidak hanya bisa memperoleh dana pinjaman, tetapi juga akses ke layanan kebutuhan pokok yang terjangkau.

Pengembangan Infrastruktur Keuangan Lokal

Prabowo menekankan bahwa Special Plan tidak hanya sekadar program kredit, tetapi juga melibatkan pengembangan infrastruktur keuangan lokal. Ia mengungkapkan bahwa koperasi akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. “Koperasi tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga membantu masyarakat membangun kapasitas finansial mereka,” katanya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada institusi perbankan besar yang sering kali memiliki ketentuan yang rumit.

“Special Plan adalah rencana khusus untuk memastikan setiap desa memiliki akses ke keuangan yang adil. Jumlah 81 ribu desa dan kelurahan menjadi alasan kita memperluas cakupan koperasi,”

Kebijakan ini juga melibatkan keterlibatan pemerintah daerah dan swasta dalam menyediakan fasilitas kredit. Prabowo menyebutkan bahwa kerja sama antara pemerintah, koperasi, dan pengusaha lokal menjadi kunci keberhasilan Special Plan. “Koperasi akan menjadi pusat layanan yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.

Seiring dengan peluncuran KDKMP, Prabowo menegaskan bahwa Special Plan akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan keuangan. Ia berharap program ini bisa memberikan dampak langsung dalam menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. “Dengan akses ke pinjaman murah, rakyat bisa lebih mudah berinvestasi dan memperkuat ekonomi keluarga mereka,” tambahnya.

MORE FROM THIS CATEGORY