Rusia Menjual Emas Secara Massal, Apakah Presiden Putin Menghadapi Krisis Keuangan?
Dailynesia.com – Jakarta, selama lebih dari dua dekade, Bank Sentral Rusia (CBR) dikenal sebagai salah satu pemegang emas terbesar di dunia. Namun, tren ini berubah drastis pada akhir Juni 2026, ketika cadangan emas negara turun di bawah US$300 miliar. Data terbaru dari CBR menunjukkan bahwa nilai emas mencapai US$298,99 miliar, setara Rp538,2 triliun. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang semakin kritis, menggambarkan upaya Rusia Jual Emas Besar-besaran untuk mengatur keuangan negara. Bahkan, total cadangan resmi Rusia juga menurun hingga US$720,4 miliar, dari US$747,4 miliar di bulan sebelumnya.
Kebutuhan akan cadangan devisa berada di titik puncak, dengan cadangan dalam mata uang asing tetap stabil di US$392,4 miliar. Meski stabil, penurunan emas mengisyaratkan bahwa Rusia Jual Emas Besar-besaran bukan hanya untuk melengkapi defisit anggaran, tetapi juga untuk memperkuat likuiditas. Ini menandai bulan keenam berturut-turut penurunan cadangan emas, yang sebelumnya mencapai level terbesar dalam 25 tahun terakhir pada April 2026. Sejak 2002, Rusia telah menambah lebih dari 1.900 ton emas, dengan pembelian ratusan ton per tahun. Namun, tekanan geopolitik dan krisis ekonomi mengubah strategi tersebut menjadi penjualan besar-besaran.
Mengapa Rusia Jual Emas Besar-besaran?
Analisis dari Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, mengungkapkan bahwa alasan utama Rusia Jual Emas Besar-besaran adalah karena defisit anggaran yang menggerogoti keuangan negara. Sejak perang Rusia-Ukraina pada akhir Februari 2022, Presiden Vladimir Putin menghadapi tekanan besar terhadap anggaran. “Hingga akhir Maret 2026, defisit anggaran Rusia mencapai RUB 4,6 triliun rubel,” ujarnya kepada The Moscow Times. Tanpa kompensasi dari CBR, defisit ini diperkirakan bisa melampaui RUB 5 triliun atau setara Rp235,38 triliun.
“Hingga akhir Maret 2026, defisit anggaran Rusia mencapai RUB 4,6 triliun rubel,” ujarnya.
Kondisi pendapatan minyak dan gas yang melemah memperparah situasi, sehingga

