Deretan Akuisisi Jumbo di Bursa Saham RI, Mana Paling Mengguncang?
Dailynesia.com – Pada tahun 2026, aktivitas penggabungan dan pembelian saham di pasar modal Indonesia tetap dinamis. Beberapa perusahaan besar mencatatkan penyelesaian atau penandatanganan transaksi akuisisi dengan nilai hingga triliunan rupiah, melibatkan berbagai sektor seperti energi, telekomunikasi, kesehatan, dan pertambangan. Berdasarkan data keterbukaan informasi emiten serta laporan media hingga awal Juli 2026, berikut sepuluh akuisisi terbesar yang tercatat sepanjang tahun ini.
Chandra Asri Pimpin Daftar Lewat Akuisisi SPBU Esso
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada di puncak daftar akuisisi besar setelah mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Transaksi ini selesai pada 1 Januari 2026. Meski nilai akuisisi belum diungkapkan secara resmi oleh kedua pihak, Bloomberg mengestimasi total penjualan jaringan tersebut sebesar US$1 miliar atau setara Rp16-17 triliun.
Yang terkonfirmasi adalah skema pendanaannya. TPIA memperoleh fasilitas kredit khusus sebesar US$750 juta (Rp12,5 triliun) dari KKR Capital Markets, ditambah US$250 juta dari dana internal. Akuisisi ini sejalan dengan strategi grup Chandra Asri untuk memperkuat platform energi terintegrasi di wilayah tersebut.
Arsari Group Kuasai Aset Fiber Optik ISAT Senilai Rp11,7 Triliun
Akuisisi dengan nilai tertinggi tahun ini berasal dari sektor telekomunikasi. PT Nusantara Fiber Teknologi, anak usaha Arsari Group, memperoleh 84,9% saham PT Infra Fiber Teknologi dari PT Indosat Tbk (ISAT) dan anak perusahaan PT Aplikanusa Lintasarta. Transaksi ini dilakukan pada 30 Juni 2026 dengan nilai total Rp11,7 triliun.
Infra Fiber Teknologi mengelola jaringan serat optik ISAT yang mencakup lebih dari 86.000 kilometer, terdiri dari backbone, kabel bawah laut domestik, dan jaringan akses. ISAT tetap mempertahankan kepemilikan efektif 49,68% melalui skema inbreng saham dan kepemilikan silang di Nusantara Fiber Teknologi.
Siloam Borong 14 Rumah Sakit dari First REIT
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) melakukan transaksi akuisisi terhadap 14 properti rumah sakit dari First Real Estate Investment Trust (First REIT) Singapura. Deal ini diumumkan pada 1 April 2026 dengan nilai total Rp9 triliun.
Prosesnya terbagi dua tahap. Tahap pertama, senilai Rp5,12 triliun, melibatkan delapan properti, termasuk RS Lippo Village, Kebon Jeruk, Manado, dan Denpasar. Tahap kedua, Rp3,88 triliun, mencakup enam properti lainnya, seperti Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), melalui skema opsi jual.
United Tractors Rampungkan Akuisisi Tambang Emas Doup
PT United Tractors Tbk (UNTR) menyelesaikan pembelian 99,99% saham PT Arafura Surya Alam melalui anak usaha PT Danusa Tambang Nusantara. Transaksi ini selesai pada 11 Februari 2026 dengan nilai US$540 juta atau Rp8,85 triliun.
Proyek Doup di Sulawesi Utara memberi UNTR tambahan cadangan emas hingga hampir 40%. Operasi tambang ini diperkirakan mulai berproduksi komersial pada tahun 2026.
Ekspansi Sinarmas di Sektor Telekomunikasi
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyelesaikan akuisisi 100% saham PT Bali Media Telekomunikasi pada 2 Juli 2026 dengan nilai Rp4 triliun. Transaksi ini dilakukan melalui dua anak usaha DSSA, yakni PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital dan teknologi Grup Sinarmas,”
DSSA mendapatkan eksposur tidak langsung terhadap 24% saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) karena Bali Media Telekomunikasi mengelola sebagian kepemilikan tersebut.
Danantara hingga Emiten Kelas Menengah Turut Beraksi
Di luar lima transaksi besar, beberapa aksi korporasi lain juga memengaruhi peta akuisisi 2026. PT Danantara Asset Management mengakuisisi mayoritas saham empat manajer investasi BUMN, seperti BRI Manajemen Investasi dan BNI Asset Management, melalui perjanjian jual beli bersyarat pada 1 April 2026.
Total nilai transaksi mencapai Rp2,7 triliun. Tindakan ini menunjukkan aktivitas pengambilalihan yang melibatkan emiten kelas menengah hingga perusahaan besar.
PT Singaraj juga terlibat dalam beberapa transaksi akuisisi tahun ini, meski detailnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

