CNG 3 Kg Akan Diperkenalkan di Agen dan Pangkalan Pertamina
Dailynesia.com – Pemerintah sedang menyiapkan penggunaan gas kompresi alam (CNG) dalam tabung berkapasitas 3 kilogram sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses bahan bakar bersih ke berbagai sektor, termasuk masyarakat umum. Menurut Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, distribusi CNG 3 kg akan dijalankan secara serupa dengan model LPG.
“Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG,” jelas Laode saat memberikan penjelasan di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).
Selain itu, Laode menambahkan bahwa masyarakat tidak lagi menyewa tabung CNG 3 kg, tetapi hanya membeli isinya saja. “Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja,” tegasnya.
Uji Coba Tahap Ketiga untuk CNG 3 Kg
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjalani tahap uji coba ketiga penggunaan CNG dalam tabung 3 kilogram. Ia menegaskan bahwa teknologi ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sudah diaplikasikan di sektor-sektor tertentu sebelumnya.
“Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fak-Fak datang, tidak. Ini sudah sudah ada ini. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba,” ujarnya.
Distribusi CNG 12 kg dan 50 kg telah lebih dahulu digunakan dalam sektor komersial, seperti dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hotel, serta restoran. Dengan adanya pengembangan untuk tabung 3 kg, pemerintah ingin memastikan teknologi ini bisa diterapkan secara luas ke kebutuhan rumah tangga.

