Fenomena Baru! Mangga Prancis Mulai Banjiri Indonesia

1 month ago  ·  2 min read
By James Lopez - dailynesia.com
a84adb14-72ab-4e70-a075-ea56215378da-0

Fenomena Baru! Impor Mangga Prancis Melonjak di Indonesia

Dailynesia.com – Dalam beberapa tahun terakhir, Fenomena Baru Mangga Prancis Mulai terjadi di Indonesia, dengan volume impor buah mangga dari Prancis mengalami peningkatan signifikan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2025, Indonesia menghasilkan 3,01 juta ton mangga, dengan Jakarta sebagai sentra utama produksi. Meski demikian, ekspor mangga nasional masih terus menurun, sementara impor dari luar negeri, terutama dari Prancis, mengalami peningkatan yang luar biasa. Dari total produksi 3,01 juta ton, hanya sekitar 3.111 ton yang dikirimkan ke pasar internasional, menjadikan ekspor Indonesia hanya sekitar 0,1% dari hasil pertanian nasional.

Ketidakseimbangan antara produksi besar dan ekspor yang relatif kecil menjadi salah satu faktor utama Fenomena Baru Mangga Prancis Mulai. Dari setiap 1.000 kilogram mangga yang dipanen, hanya sekitar 1 kilogram yang dijual di luar negeri. Fakta ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil panen mangga Indonesia tetap berada di dalam negeri, meskipun pasar internasional terus menawarkan peluang ekspor. Sebagai produsen mangga terbesar di dunia, Indonesia tetap belum mampu memenuhi kebutuhan ekspor secara signifikan, terutama terhadap permintaan dari negara-negara lain seperti Prancis.

Konsentrasi Produksi di Pulau Jawa

Produksi mangga Indonesia sangat terpusat di Pulau Jawa, dengan Jawa Timur menjadi provinsi utama yang menghasilkan 43,3% atau sekitar 1,30 juta ton. Jawa Tengah dan Jawa Barat juga berkontribusi masing-masing 545 ribu ton dan 425 ribu ton. Dengan demikian, tiga wilayah tersebut menjadi pusat utama industri mangga nasional, menyumbang lebih dari tiga perempat dari total produksi. Konsentrasi ini memengaruhi distribusi pasar, karena sebagian besar mangga diproduksi di wilayah yang terbatas, sehingga Fenomena Baru Mangga Prancis Mulai terjadi karena kurangnya variasi produk di pasar internasional.

Produksi yang terpusat di Jawa membuat industri mangga nasional belum merata dalam distribusi. BPS mencatat konsumsi mangga oleh rumah tangga mencapai 156,68 ribu ton pada 2025, turun 24,2% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 206,69 ribu ton. Meski demikian, partisipasi konsumsi domestik masih mencapai 4,28%, menunjukkan bahwa sebagian besar hasil panen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Hal ini meningkatkan tekanan pada pasar ekspor, yang juga menjadi salah satu penyebab Fenomena Baru Mangga Prancis Mulai di Indonesia.

Kinerja Ekspor yang Tidak Stabil

Eksportasi mangga Indonesia mencatatkan fluktuasi yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, ekspor mencapai 3.111,95 ton, namun mengalami penurunan tajam menjadi 312,30 ton di tahun 2022. Tahun 2023 menunjukkan peningkatan kecil hingga 642,67 ton, lalu melonjak kembali ke level 891,35 ton di tahun 2024. Namun, di tahun 2025, angka tersebut kembali menurun menjadi 704 ton. Jumlah ekspor ini jauh lebih kecil dibandingkan produksi nasional yang mencapai 3,01 juta ton, menegaskan bahwa Fenomena Baru Mangga Prancis Mulai masih berjalan karena keterbatasan daya saing produk ekspor.

Ketidakstabilan ekspor ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kualitas

MORE FROM THIS CATEGORY