Prabowo Siapkan Surat ke FIFA, Bidik RI Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

2 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
cc425e9e-093f-4faa-b8a6-17d497b9fc54-0

Prabowo Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

Dailynesia.com – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung upaya Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Cup 2026. Hal ini terungkap setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mempresentasikan laporan komunikasi dengan FIFA terkait pencalonan Indonesia ke Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat (19/6/2026). Dukungan Prabowo diharapkan dapat memperkuat kepercayaan FIFA terhadap kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen internasional tersebut. “Bapak Presiden mendukung, serta akan menyiapkan surat agar nanti kita bisa dipilih FIFA sebagai tuan rumah. Jadi, kita tunggu saja,” ujar Erick Thohir usai rapat di kediaman Presiden.

Pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

Dalam Key Discussion tersebut, Erick menjelaskan bahwa FIFA telah memberikan respon positif terhadap usulan Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Cup 2026. Presiden Prabowo secara aktif menunjukkan minatnya untuk memastikan keberhasilan proses pencalonan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan berbagai lembaga terkait, termasuk FIFA, untuk membangun strategi yang memadai. “FIFA memiliki pertimbangan khusus terhadap kesiapan infrastruktur, pengelolaan logistik, serta keseriusan komitmen pemerintah,” tambah Erick.

Indonesia memiliki pengalaman mengelola even olahraga internasional sebelumnya, seperti Piala AFF 2020 yang sukses diadakan di Jakart dan Surabaya. Keberhasilan itu menjadi dasar optimisme dalam menghadapi ASEAN Cup 2026. Selain itu, Prabowo menyoroti potensi ekonomi dan promosi wisata yang akan diperoleh dari penyelenggaraan turnamen. “Dengan menggelar ASEAN Cup, kita bisa memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang siap menyambut event global,” imbuhnya.

Progres Tim Nasional Sepak Bola Indonesia

Dalam Key Discussion yang sama, Erick juga menyampaikan perkembangan Tim Nasional Indonesia sepak bola. Menurutnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembinaan pemain muda dan pengembangan infrastruktur olahraga. “Bapak Presiden bilang, ‘Pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan bulan September, ya ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,'” tutur Erick, mengutip ucapan Prabowo. Penekanan ini menunjukkan bahwa ASEAN Cup 2026 bukan hanya untuk menarik minat FIFA, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembinaan olahraga nasional.

Kemajuan Timnas Indonesia juga menjadi topik pembahasan utama. Erick menyoroti peran PSSI dan komite olahraga dalam meningkatkan kualitas pemain dan infrastruktur. Ia mengungkapkan bahwa Presiden berharap event ini menjadi ajang uji coba untuk menyongsong Piala Dunia 2030, yang akan diikuti oleh Indonesia sebagai peserta. “Kita perlu membangun sistem yang matang, baik dari segi pelatih, pemain, maupun kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan sepak bola,” terang Erick.

Untuk memastikan kesuksesan ASEAN Cup 2026, Erick menyebutkan bahwa kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Kesehatan akan turut serta dalam memperkuat persiapan. Kementerian Keuangan, misalnya, akan memastikan dukungan anggaran untuk pengembangan infrastruktur. Sementara Kementerian Kesehatan bertugas menyediakan layanan kesehatan bagi atlet dan penonton selama turnamen berlangsung. “Kita harus siapkan segala aspek, mulai dari keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung,” lanjut Erick.

Dukungan Prabowo juga menjadi penggerak bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan koordinasi dengan stakeholders internasional. Dalam Key Discussion, Erick menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan komunikasi yang intens dengan FIFA, termasuk dalam merancang konsep penyelenggaraan yang inovatif. “Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola event besar dengan efisien dan profesional,” tambahnya. Hal ini menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi olahraga dalam mengembangkan sepak bola nasional.

Kebijakan pembangunan infrastruktur olahraga di Indonesia menjadi fokus utama dalam Key Discussion. Prabowo menekankan bahwa proyeksi ke depan, seperti ASEAN Cup 2026, harus diiringi dengan investasi besar di stadion, pelatihan, dan fasilitas pendukung. “Kita perlu memastikan bahwa Indonesia memiliki kondisi yang optimal untuk menarik investasi dan dukungan dari seluruh dunia,” katanya. Erick pun menambahkan bahwa ASEAN Cup akan menjadi acuan untuk mengevaluasi kesiapan Indonesia dalam menyambut event internasional lebih besar, termasuk Piala Dunia 2030.

MORE FROM THIS CATEGORY