Video: Bos MI Bagi Jurus Gali Cuan Reksadana Saat Pasar Bergejolak

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
2ef218d5-19fb-45f0-8834-6cce281ce3c7-0

Video: Bos MI Bagi Jurus Gali Cuan Reksadana Saat Pasar Bergejolak

Dailynesia.com – Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, video ini membahas strategi strategis yang dianjurkan oleh perwakilan utama Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) untuk menghadapi fluktuasi pasar. Dalam sesi wawancara dengan Andi Shalini, para ahli menyoroti pentingnya adaptasi dalam pengelolaan dana reksadana. Video ini menjadi referensi untuk investor yang ingin memahami cara memaksimalkan keuntungan (gali cuan) di tengah dinamika pasar yang berubah cepat, termasuk penyesuaian strategi berdasarkan situasi ekonomi global dan domestik.

Kondisi Pasar Saat Ini: Gejolak Global dan Tantangan Lokal

Situasi pasar modal Indonesia pada akhir 2025 terus mengalami tekanan akibat berbagai faktor eksternal dan internal. Periode ini ditandai oleh volatilitas tinggi, seiring tekanan dari perubahan suku bunga internasional, fluktuasi harga komoditas, dan ketidakpastian politik. Meski sektor reksadana telah menunjukkan pemulihan setelah dampak pandemi covid-19 yang lalu, tantangan baru muncul yang memaksa para manajer investasi untuk beradaptasi lebih cepat. Lolita Liliana, ketua umum AMII, menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa investor dan manajer dana untuk lebih selektif dalam alokasi dana, sekaligus mengubah pola penilaian terhadap instrumen investasi.

Dari Jakarta, Lolita Liliana, ketua umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), menjelaskan bahwa industri reksadana kini sedang beradaptasi dengan situasi pasar yang berubah. Kebutuhan akan diversifikasi investasi semakin tinggi, terutama di tengah ketidakpastian global yang menghantam berbagai sektor. Para manajer investasi terus mengoptimalkan strategi untuk menjaga kinerja portofolio, sambil memperhatikan kebutuhan investor yang lebih memperhatikan stabilitas dan keseimbangan risiko.

Pergeseran Aset: Penyesuaian Struktur Dana Reksadana

Salah satu tren terpenting dalam industri reksadana saat ini adalah pergeseran signifikan dari kelas aset yang lebih volatil ke instrumen yang menawarkan perlindungan lebih tinggi. Lolita Liliana menegaskan bahwa peningkatan minat terhadap reksadana berbasis suku bunga, seperti RDPU (Reksadana Pasar Uang), RDPT (Reksadana Pasar Uang Terproteksi), dan reksadana terproteksi, menjadi jawaban atas ketidakstabilan pasar. Perubahan ini mencerminkan upaya untuk mengurangi risiko kehilangan nilai, terutama bagi investor yang ingin mempertahankan dana mereka selama gejolak ekonomi.

Menurut data AMII, kinerja reksadana saham turun signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi, sementara instrumen berbasis suku bunga mulai menarik perhatian lebih besar. Hal ini memperlihatkan bahwa investor sedang mencari perlindungan dari fluktuasi harga saham, terutama setelah melalui fase penyesuaian yang cukup berat di awal tahun 2025. Lolita Liliana mengatakan bahwa kelas aset ini tetap menjadi pilihan yang baik untuk jangka pendek, sementara investor jangka panjang cenderung mempertimbangkan kombinasi antara aset berisiko dan aman.

Strategi Investasi: Menyesuaikan Dengan Tantangan Pasar

Dalam wawancara tersebut, Lolita Liliana memberikan beberapa panduan strategis untuk memaksimalkan hasil investasi di tengah gejolak pasar. Pertama, ia menekankan pentingnya literasi pasar modal sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang matang. “Investor perlu memahami berbagai instrumen dan bagaimana mereka berdampak pada portofolio,” ujarnya. Kedua, ia menyarankan para investor untuk melakukan penyesuaian dalam alokasi dana, dengan menambahkan bagian dari reksadana berbasis suku bunga atau instrumen lain yang lebih stabil. Ketiga, ia menekankan pentingnya mengawasi kinerja manajer investasi, karena perubahan strategi dapat langsung mempengaruhi hasil dana.

Ketiga strategi ini menjadi jawaban untuk tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia. Pasar yang tidak menentu memaksa investor untuk lebih terbuka terhadap berbagai alternatif, termasuk memanfaatkan reksadana terproteksi yang mampu meminimalkan kerugian dalam kondisi ekonomi yang turun. Selain itu, Lolita Liliana juga memaparkan bahwa beberapa manajer investasi telah melakukan penyesuaian dalam struktur portofolio, seperti menambahkan aset fisik atau instrumen global untuk meningkatkan keseimbangan dalam investasi.

Di tengah keterbatasan waktu dan informasi yang terus berubah, strategi seperti ini membantu investor membangun kepercayaan terhadap manajer dana. Selain itu, ia menyoroti peran AMII dalam memberikan bimbingan kepada investor, terutama melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait instrumen investasi. “Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan transparansi di industri reksadana,” tambahnya. Hal ini memastikan bahwa investor dapat merasa aman dalam mengalokasikan dana mereka, meskipun pasar masih terus bergerak dinamis.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, simak diskusi Andi Shalini dengan Lolita Liliana dalam acara Power Lunch, CNBC, yang disiarkan pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam sesi tersebut, berbagai perspektif tentang arah dan strategi investasi di tengah gejolak global akan dibahas secara mendalam. Video ini menjadi sumber inspirasi bagi investor yang ingin menggali cuan di sektor reksadana, dengan menyesuaikan pendekatan mereka terhadap pasar yang berubah cepat.

MORE FROM THIS CATEGORY