What Happened During: BI Launches Online Damaged Rupiah Exchange Service, Syarat Lengkap
Dailynesia.com – The recent initiative by Bank Indonesia (BI) to allow online exchange of damaged Rupiah has sparked significant interest among the public. Masyarakat yang mengalami kerusakan pada uang rupiah kini bisa mengajukan pertukaran secara digital melalui situs resmi pintar.bi.go.id. Layanan ini menjadi solusi praktis untuk mengatasi kebutuhan mendesak, terutama dalam situasi seperti bencana alam atau kehilangan uang fisik. Dengan kemudahan ini, BI berharap meningkatkan kenyamanan pengguna rupiah dalam menghadapi kondisi uang yang tidak layak edar.
Langkah-Langkah Penukaran Online
What Happened During the implementation of this service, masyarakat diminta mengikuti langkah-langkah yang sederhana namun terstruktur. Pertama, akses ke situs pintar.bi.go.id dan pilih opsi “Penukaran Uang Rusak”. Setelah itu, tentukan lokasi, tanggal, dan waktu layanan yang tersedia. Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir pemesanan dan menyimpan bukti transaksi sebagai dokumen pendukung. Uang rusak yang akan ditukar harus disusun berdasarkan pecahan dan tahun emisi, serta disertai bukti keaslian. Setelah semua syarat terpenuhi, proses pemeriksaan oleh petugas BI akan menentukan nilai penggantian.
BI memberikan panduan jelas untuk memastikan proses berjalan efisien. Pemohon harus memastikan bahwa uang rusak yang diajukan dalam kondisi fisik yang masih terlihat lebih dari dua pertiga ukuran aslinya. Selain itu, uang rusak tidak boleh berasal dari lembar yang berbeda atau dibuat secara sengaja. Keberhasilan layanan ini terlihat dari jumlah total pengajuan yang mencapai sekitar Rp1,54 miliar, seperti yang diungkapkan Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala dalam siaran pers Minggu (5/7/2026).
Persyaratan Penggantian Uang Rusak
What Happened During the process, syarat penggantian uang rusak di BI tetap berlaku ketat untuk menjaga integritas mata uang. Uang yang bisa ditukar harus merupakan uang rupiah asli, dengan ciri keaslian yang masih terlihat jelas. Selain itu, uang harus utuh atau bisa dibuktikan berasal dari lembar yang sama. Jika uang rusak disebabkan oleh bencana seperti banjir rob, pemohon wajib menunjukkan bukti kerusakan yang diperoleh dari kejadian tersebut.
Bimala menegaskan bahwa layanan penukaran uang rusak di BI dilakukan secara terbuka dan gratis, asalkan syarat terpenuhi. Proses ini rutin diadakan setiap hari Selasa dan Kamis melalui aplikasi PINTAR. Untuk mempermudah pengguna, BI juga mendorong masyarakat menyimpan uang dan dokumen penting di tempat yang aman, agar mengurangi risiko kerusakan akibat bencana alam atau kecelakaan lainnya.
What Happened During the service, angka Rp1,51 miliar telah diganti untuk kasus Ibu Ida Murlija, warga Batang, yang mengalami kerusakan uang karena banjir rob. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa layanan BI sangat efektif dalam memberikan solusi untuk masyarakat yang terkena dampak musibah. Selain itu, BI juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan metode pembayaran non-tunai, seperti transfer, uang elektronik, dan QRIS, sebagai alternatif yang lebih aman dan praktis.
Dalam kesempatan ini, BI mengungkapkan bahwa pelayanan pertukaran uang rusak secara online menjadi langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan. Layanan ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Selain itu, BI berharap program ini dapat diminati oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah yang terpencil.
What Happened During the process, BI telah menyediakan panduan lengkap melalui situs resmi untuk memastikan masyarakat tidak bingung. Layanan ini bisa digunakan oleh siapa saja, baik individu maupun institusi, selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. Dengan adanya opsi online, BI mempercepat proses penggantian uang rusak, karena tidak lagi memerlukan kunjungan langsung ke kantor. Ini menjadi solusi inovatif dalam era digital yang semakin berkembang.

