Waspada Jebakan Streaming Palsu – Rekening Auto Ludes Seketika

2 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
cf3cbab2-2ed7-4163-985f-9c7a12431c9d-0

Waspada Jebakan Streaming Palsu, Rekening Auto Ludes Seketika

Dailynesia.com – Dalam rangka menghadapi Piala Dunia 2026, Kaspersky memberikan peringatan terkait ancaman kejahatan siber yang berpotensi menguras dana dan data pribadi pengguna. Pelaku kini memanfaatkan minat masyarakat terhadap siaran pertandingan serta taruhan olahraga untuk menipu para penggemar sepak bola.

Modus Kejahatan Menggunakan Situs Palsu

Kaspersky menemukan 336 domain unik yang diklaim menyerupai sumber daya resmi Piala Dunia. Modus ini melibatkan pembuatan situs fiktif yang menawarkan akses gratis ke pertandingan. Namun, korban diminta mengklik tombol ‘Tonton sekarang’ dan mendaftar di situs tersebut.

“Sejak awal turnamen dimulai, pelaku siber fokus pada cara penggemar berinteraksi secara online. Menonton pertandingan membutuhkan hanya koneksi internet dan perangkat,” ujar Olga Altukhova, analis konten web senior dari Kaspersky, dalam pernyataan resminya, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut ternyata berbayar. Pengguna akan dipaksa membayar sejumlah uang menggunakan kripto untuk mendapatkan ‘akses turnamen seumur hidup’. Selain itu, ada platform taruhan dan prediksi pertandingan palsu yang juga mengumpulkan data pribadi, seperti nama, alamat email, serta nomor telepon.

Cara Penipuan Melalui Email Phishing

Kejahatan lainnya adalah pengiriman email phishing berisi layanan analisis sepak bola dan prediksi pemenang. Pengirim mengenakan biaya US$200 untuk mengakses informasi tersebut, padahal email itu hanya untuk menipu pengguna.

Tips Mencegah Kerugian

Untuk menghindari jadi korban, Kaspersky memberikan saran berikut: • Verifikasi keaslian situs sebelum memasukkan data, periksa format URL dan ejaan nama organisasi. • Pilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk melindungi informasi pribadi dari pencurian serta enkripsi. • Gunakan solusi keamanan. • Aktifkan autentikasi dua faktor dan tinjau laporan aktivitas tidak sah secara berkala.

MORE FROM THIS CATEGORY