Saingan Singapura-Dubai, Ini Lokasi Pusat Keuangan Global di RI

1 month ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
0bdb3ae2-0ac4-46d3-a13a-572963cff19a-0

Saingan Singapura-Dubai, Ini Lokasi Pusat Keuangan Global di RI

Dailynesia.com – Dalam upaya mendorong pengembangan sektor keuangan internasional, Indonesia berencana membentuk Pusat Finansial Internasional (PFII) sebagai salah satu lokasi strategis untuk menyaingi Singapura, Dubai, dan Hong Kong. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memberikan pernyataan terkait kemajuan rencana ini, mengungkapkan bahwa lokasi awal PFII akan berada di Bali, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura dan KEK Sanur. Meski demikian, Menko Airlangga menegaskan bahwa terdapat potensi penambahan lokasi lain di luar Bali untuk memperluas pengaruh keuangan nasional.

Model Pemikiran yang Membawa Perubahan

“Lokasi PFII akan disiapkan terlebih dahulu di Bali. Jika ada lokasi tambahan, kita masih terbuka. Namun di Bali, kita sedang menyiapkan tiga titik,” ujar Airlangga saat diwawancara di kantornya, Rabu (24/6/2026).

Menko Airlangga menjelaskan bahwa PFII akan mengadopsi model yang serupa dengan pusat keuangan internasional seperti Singapura, Dubai, dan Hong Kong. Dalam penyusunan perencanaan, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya menarik perhatian dunia, tetapi juga mampu menciptakan keterlibatan global. “Kita harus memiliki gambaran global. Di dunia, hanya tiga kota yang menjadi pusat finansial, yaitu Singapura, Dubai, dan Hong Kong,” tambahnya.

Dalam desain PFII, pemerintah akan mengusung regulasi yang kompetitif, termasuk insentif pajak menarik seperti potensi penghapusan pajak hingga 0%. Hal ini dirancang untuk menyaingi kebijakan keuangan global yang sudah ada. Saat ini, pembentukan PFII masih dalam tahap usulan RUU dan siap dibahas oleh DPR RI.

Perbandingan dengan Kota-Kota Pemimpin Global

“Dengan adanya PFII, nilai investasi ke Indonesia diharapkan bisa meningkat signifikan. Saat ini, investasi langsung kita hanya mencapai Rp2.200 triliun per tahun. Bandingkan dengan Singapura, yang bisa menarik investasi berkali-kali lipat melalui pusat keuangannya. Dubai juga mencatatkan nilai investasi hingga US$800 miliar per tahun,” jelas Airlangga.

Kota-kota seperti Singapura, Dubai, dan Hong Kong telah menjadi pusat keuangan yang diakui secara internasional. Kehadiran PFII di Indonesia diperkirakan akan membuka peluang baru bagi penanaman modal asing, terutama dalam sektor keuangan, perbankan, dan asuransi. Airlangga menekankan bahwa pemerintah ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pasar global dengan memanfaatkan keunggulan lokasi geografis dan sumber daya manusia.

Salah satu strategi utama PFII adalah menawarkan lingkungan bisnis yang mendukung inovasi dan efisiensi. Ini termasuk pengurangan birokrasi, fasilitas infrastruktur yang memadai, serta ketersediaan sumber daya manusia berkompeten. Dengan meniru model kota-kota pemimpin global, pemerintah berharap bisa menarik perusahaan multinasional dan institusi keuangan untuk beroperasi di Indonesia.

Perkembangan Jangka Panjang dan Tantangan

Dalam jangka panjang, pembentukan PFII diharapkan akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Pusat keuangan ini juga diharapkan menjadi pusat untuk pertukaran informasi keuangan, penelitian, dan pengembangan produk finansial. Airlangga menyebutkan bahwa keberhasilan PFII bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga internasional.

Menko Airlangga menambahkan bahwa PFII bukan hanya sebagai bentuk kompetisi dengan Singapura, Dubai, atau kota lain, tetapi juga sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih maju. Dengan menyediakan ruang usaha yang fleksibel dan beragam, pemerintah ingin menarik investor dan mitra strategis dari berbagai negara. Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan stabilitas ekonomi dan ketersediaan sumber daya yang diperlukan.

Sebagai bagian dari Topics Covered dalam rencana ini, pemerintah akan memperhatikan faktor-faktor seperti keamanan finansial, kemudahan akses pasar, dan kebijakan yang sesuai dengan standar internasional. Dengan demikian, PFII diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan sistem keuangan yang modern dan inovatif.

MORE FROM THIS CATEGORY