Topics Covered: China Serang Amerika Dalam Perang Siber AI
Dailynesia.com – Menjadi pembahasan utama dalam laporan terbaru yang dirilis oleh firma keamanan siber berbasis Amerika Serikat, CrowdStrike. Dalam laporan ini, Tiongkok dianggap sebagai pelaku serangan siber terbesar tahun lalu, yang menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi, terutama yang terlibat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Klaim ini diterbitkan pada Selasa (9/6/2026), di tengah meningkatnya kompetisi global untuk menguasai teknologi AI sebagai senjata utama di era digital.
Strategi Tiongkok dalam Dominasi Teknologi AI
Kementerian Kebijakan Teknologi dan Sains Gedung Putih mengungkap bahwa serangan siber ini merupakan bagian dari upaya Tiongkok untuk mempercepat dominasi global dalam bidang AI. Negara yang dipimpin Xi Jinping ini dikenal berkomitmen pada inovasi teknologi, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia dan manajemen informasi ekonomis. “Tiongkok bertujuan menjadi pemimpin dunia dalam AI sebelum 2030, dan serangan siber adalah bagian dari strategi tersebut,” jelas Adam Meyers, SVP CrowdStrike, dalam wawancara dengan Reuters.
Menurut laporan, ancaman siber terhadap sektor teknologi mencakup beberapa bidang kritis, seperti riset, pengembangan, dan distribusi teknologi. Perangkat keras komputer, layanan IT, semikonduktor, serta perangkat lunak menjadi target utama. CrowdStrike memperkirakan bahwa kegiatan peretasan ini meningkat seiring ketergantungan industri pada AI untuk operasional kecerdasan buatan. Namun, firma ini tidak merinci identitas korban spesifik, sehingga mendorong pihak terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Respons Pemerintah Tiongkok dan Kebutuhan Kerja Sama Global
Kedutaan Tiongkok di Washington membantah klaim bahwa negara ini melakukan serangan siber secara terbuka. Menurut juru bicara kedutaan tersebut, Tiongkok menolak tindakan peretasan yang bertentangan dengan hukum internasional. “Kita menentang semua aktivitas peretasan dan upaya merusak reputasi dengan alasan keamanan siber,” tuturnya, menambahkan bahwa kerja sama antara AS dan Tiongkok dalam pengaturan teknologi AI tetap penting.
Berkaitan dengan Topics Covered, laporan ini juga menyebutkan peningkatan serangan dari Korea Utara. Negara tersebut menggunakan identitas palsu untuk mengambil alih sistem IT jarak jauh di perusahaan teknologi. Dengan memanfaatkan pekerjaan IT, peretas dari Pyongyang kemudian mengalihkan gaji karyawan ke pemerintahnya, sebagai bentuk pengumpulan intelijen teknologi. Selain itu, kelompok peretas yang terkait dengan Rusia dan Iran juga terlibat dalam serangan-serangan serupa, menargetkan sektor teknologi AS serta negara lain.
“Perang siber antar negara besar adalah bagian dari perang global untuk menguasai teknologi AI,” kata Meyers, menyoroti betapa pentingnya ekosistem keamanan siber dalam mengamankan infrastruktur digital. Selain itu, laporan ini memperlihatkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika Serikat mungkin menjadi korban dari serangan yang sengaja diselundupkan dari Tiongkok, terutama dalam konteks persaingan teknologi yang semakin ketat.
Kelompok kriminal siber juga meningkatkan aktivitasnya selama periode yang sama. Mereka mengincar perusahaan teknologi dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial, termasuk dalam upaya mengambil alih sistem iklan untuk menarik pelanggan. Angka iklan yang disebarkan oleh peretas meningkat hingga 30% dalam beberapa bulan terakhir. Dalam konteks Topics Covered, ini menunjukkan bahwa serangan siber tidak hanya terjadi antar negara besar, tetapi juga dimanfaatkan oleh aktor non-negara untuk tujuan ekonomi.
Dalam pernyataan sebelumnya, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkap bahwa mereka sedang berupaya mempercepat penerapan AI dalam berbagai sektor, termasuk pertahanan dan keamanan nasional. Dengan meningkatkan kemampuan serangan siber, Tiongkok dianggap lebih siap untuk menghadapi ancaman teknologi dari Amerika Serikat. “Persaingan di bidang AI adalah pertarungan untuk masa depan ekonomi global,” kata analis keamanan siber di Beijing, dalam wawancara dengan media lokal.

