Thailand Pakai AI Buat Genjot Kualitas Durian

2 months ago  ·  4 min read
By James Lopez - dailynesia.com
672c8243-8dd3-491f-980e-30524ee7b7b8_169

Thailand Aplikasikan AI untuk Tingkatkan Kualitas Ekspor Durian

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas ekspor, Thailand mengumumkan implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari Special Plan nasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memajukan sektor pertanian berkelanjutan, khususnya dalam industri durian yang menjadi salah satu komoditas utama negara ini. Dengan memadukan inovasi sains dan teknologi, pemerintah berharap menghasilkan durian yang lebih berkualitas, memenuhi standar internasional, dan meningkatkan nilai ekspor.

Kualitas Durian sebagai Pilar Ekonomi

Durian telah lama dikenal sebagai buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Dalam Special Plan, pemerintah Thailand menekankan pentingnya memastikan setiap tahap produksi, dari pemilihan benih hingga pengemasan, dilakukan dengan presisi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi (MHESI) memimpin program ini, yang bertujuan memperkuat sistem pemilahan buah menggunakan AI. Teknologi ini dikembangkan untuk menggantikan metode tradisional yang lebih subjektif, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam menentukan kematangan serta kualitas durian.

“Dengan Special Plan, kami ingin menciptakan standar baru yang memadukan sains dan teknologi ke tingkat kehidupan petani,”

kata Wakil Perdana Menteri Yodchanan Wongsawat, seperti dilaporkan Strait Times pada 23 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa durian kini dianggap sebagai simbol kualitas pertanian Thailand, dan AI akan menjadi alat kunci dalam memastikan keberlanjutan industri ini.

Strategi Penerapan Teknologi AI

Program Special Plan melibatkan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk perusahaan pengemasan modern yang menerapkan AI. Teknologi ini digunakan untuk mengklasifikasikan durian berdasarkan berat, ukuran, dan tingkat kematangan secara otomatis, mengurangi risiko kesalahan manusia. Selain itu, sistem AI juga membantu mengoptimalkan distribusi buah ke pasar ekspor, memastikan pengiriman tepat waktu dan kondisi buah tetap prima. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tahan buah, mengurangi kerugian akibat pematangan prematur, dan memperluas pangsa pasar Thailand.

Salah satu contoh penerapan Special Plan adalah di Chanthaburi, wilayah utama penghasil durian. Kementerian MHESI melakukan survei lapangan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi ini. Berdasarkan hasil, metode AI menunjukkan peningkatan efisiensi hingga 30% dalam proses pemilahan, yang berdampak signifikan pada produktivitas industri. Proyek ini juga mencakup pelatihan petani dan pengusaha lokal untuk memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Inovasi Teknologi Lainnya dalam Industri Durian

Tidak hanya AI, Special Plan juga mencakup penggunaan teknologi nuklir untuk memperpanjang masa simpan durian. Radiasi gamma digunakan untuk menghambat pematangan buah dan membunuh hama yang dapat merusak kualitas ekspor. Teknik ini sudah diuji coba selama lebih dari dua dekade di Chanthaburi, dengan hasil yang sangat menggembirakan. Selain itu, metode pengujian kualitas berbasis frekuensi listrik digunakan untuk menilai kandungan air dan berat daging buah secara non-invasif, menggantikan metode tradisional seperti mengetuk kulit.

“Kami menargetkan 20% peningkatan kualitas durian dalam lima tahun ke depan melalui Special Plan ini,”

kata Yodchanan. Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut juga meningkatkan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Proyek ini menggabungkan keahlian sains, teknik, dan ekonomi untuk menciptakan solusi komprehensif.

Ekspor Berkelanjutan dan Diversifikasi Produk

Bukan hanya kualitas durian yang ditingkatkan, Special Plan juga berfokus pada ekspor berkelanjutan. Kulit durian, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, kini diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti bubur kertas ramah lingkungan dan panel furnitur. Inisiatif ini berupaya mengurangi jejak karbon dan meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan produk olahan durian, seperti jus siap minum dan campuran bubuk, untuk memperluas variasi produk yang dijual di pasar global.

Langkah-langkah dalam Special Plan dirancang secara bertahap, mulai dari penelitian laboratorium hingga implementasi di lapangan. Tahun ini, tiga provinsi utama penghasil durian telah menjadi pilot project untuk menguji skala penerapan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepuasan pelanggan dan keuntungan ekonomi. Dengan Special Plan, Thailand berharap menjadi contoh keberhasilan dalam mengintegrasikan teknologi modern ke sektor pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan antara inovasi dan tradisi.

Impact dan Tantangan

Kebijakan Special Plan diharapkan memberikan dampak jangka panjang pada ekonomi nasional. Dengan kualitas durian yang lebih stabil, Thailand dapat meningkatkan pangsa pasar di Asia Tenggara dan Eropa, yang merupakan tujuan utama dalam Special Plan. Namun, tantangan seperti biaya awal penerapan teknologi dan kebutuhan pelatihan petani tetap menjadi fokus. Pemerintah menjamin bantuan finansial dan pendampingan teknis untuk memastikan keberhasilan program ini.

Upaya ini juga diharapkan mendorong keterlibatan swasta dalam mengembangkan inovasi pertanian. Perusahaan pengemasan, produsen produk olahan, dan pengusaha lokal menjadi mitra utama dalam Special Plan. Dengan kolaborasi ini, Thailand berupaya menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi AI dan nuklir bukan hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga memberikan solusi untuk masalah lingkungan yang kritis dalam produksi pertanian skala besar.

MORE FROM THIS CATEGORY