Krisis Chip Makin Parah, Penjualan Smartphone Global Diprediksi Anjlok

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
ilustrasi-chip-dok-freepik-2_169

Special Plan: Krisis Chip Memicu Penurunan Penjualan Smartphone Global

Proyeksi Penurunan Global

Dailynesia.com – Jakarta – Pasar smartphone global sedang menghadapi tantangan besar akibat krisis chip yang semakin memburuk. Laporan terbaru dari Counterpoint Research, yang diterbitkan pada 1 Juni 2026, memprediksi bahwa volume penjualan perangkat ponsel cerdas dunia akan mengalami penurunan signifikan hingga 13,9% pada tahun ini, dengan total sekitar 1,08 miliar unit. Proyeksi ini lebih optimis dibandingkan estimasi sebelumnya pada bulan Februari tahun lalu, yang memperkirakan penurunan sebesar 12,4%. Krisis chip menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan industri, terutama di tengah tekanan global dari perang Iran yang mengganggu rantai pasok.

Krisis chip memaksa produsen ponsel untuk mengalokasikan sumber daya mereka lebih efisien, dengan fokus pada komponen yang mendukung inovasi AI. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam produksi perangkat dengan harga lebih terjangkau, sehingga memperparah situasi di pasar segmen rendah. Special Plan memberikan gambaran bahwa produsen perlu menyesuaikan strategi mereka untuk mengatasi tekanan ini, termasuk memperkenalkan solusi yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Kenaikan Harga dan Penurunan Pengiriman

Kenaikan harga grosir ponsel cerdas global terus berlanjut, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume pengiriman mengalami penurunan sebesar 3,1% pada kuartal pertama 2026. Situasi ini diperkirakan akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan, terutama karena tekanan dari keterbatasan pasokan chip. Special Plan memperlihatkan bahwa konsumen di pasar menengah dan rendah mulai merasa tertekan oleh kenaikan biaya yang tidak terduga, sehingga mengurangi keinginan untuk membeli perangkat baru.

“Pengguna ponsel di segmen bawah dan menengah terjebak antara kenaikan biaya yang mereka tidak bisa penuhi dan daya beli yang semakin terbatas,” jelas Wang Yang, analis utama Counterpoint, Senin (1/6/2026). “Tantangan utama sekarang bukan hanya tentang meningkatkan volume penjualan, tetapi juga bagaimana mempertahankan pangsa pasar di tengah krisis ini,” tambahnya. Special Plan menjadi alat penting untuk mengevaluasi strategi yang bisa diadopsi oleh produsen agar tetap kompetitif.

Ketahanan Segmen Premium

Dalam situasi krisis, segmen premium tetap menunjukkan daya tahan yang lebih baik. Apple, misalnya, mencatat pendapatan kuartalan tertinggi pada tiga bulan pertama 2026, didorong oleh tingginya permintaan untuk upgrade ke iPhone 17. Special Plan menyoroti bahwa keberhasilan Apple tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuannya mengatur pasokan chip dan menjaga margin keuntungan yang stabil. Proyeksi Counterpoint menyebutkan bahwa pengiriman Apple akan tetap stabil sebelum tumbuh 5% pada tahun 2027.

Produsen lain seperti Samsung Electronics diperkirakan hanya mengalami penurunan pengiriman sebesar 4% pada 2026, yang lebih baik daripada rata-rata industri. Ini disebabkan oleh ketersediaan chip yang lebih terjamin dan portofolio produk yang beragam. Special Plan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar pun harus beradaptasi, dengan fokus pada inovasi dan efisiensi produksi untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah tekanan global.

Strategi Produsen Murah

Produsen smartphone murah seperti Transsion, Xiaomi, dan Honor dihadapkan pada tantangan lebih berat. Transsion, yang berfokus pada ponsel di bawah US$150, memproyeksikan penurunan pengiriman hingga 32% pada 2026. Sementara Xiaomi dan Honor juga diperkirakan mengalami penurunan sebesar 28% dan 20% masing-masing. Special Plan menyoroti bahwa produsen ini perlu menyesuaikan strategi mereka, termasuk mengurangi biaya produksi dan memperkenalkan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk bertahan di pasar yang terus berubah.

Menurut analisis Counterpoint, produsen murah mengalami kesulitan karena perang Iran memicu kenaikan harga chip hingga 20% dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memaksa mereka untuk mengurangi jumlah produksi atau meningkatkan harga jual, yang berpotensi mengurangi daya beli konsumen. Special Plan menekankan bahwa adaptasi cepat menjadi kunci untuk bertahan, baik melalui inovasi teknologi maupun perubahan struktur biaya.

MORE FROM THIS CATEGORY