Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun, Danantara Buka Kesempatan Kerja

2 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
62e6e422-81b8-471c-a668-d3aa3ffa4b83-0

Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun, Danantara Buka Kesempatan Kerja

Dailynesia.com – Semakin menarik perhatian karena menghadirkan peluang besar dalam bidang teknologi canggih. Dalam dunia kini yang dikuasai oleh artificial intelligence (AI), kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) berkaliber tinggi semakin mengkhawatirkan. Badan Pengelola Investasi Danantara, dalam laporan terbarunya, menyoroti bahwa kompetisi global untuk mendapatkan talenta AI terbaik mencapai tingkat yang luar biasa, dengan gaji yang bisa melebihi Rp1 triliun per orang. Ini menjadi perhatian utama dalam Special Plan yang bertujuan memastikan Indonesia tetap relevan dalam lompatan teknologi.

Kebutuhan SDM AI Global

Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, pasar tenaga kerja global sedang berubah drastis. “Di bidang AI, hanya sekitar 600-700 orang yang dianggap memiliki keahlian unggul, dan harga satu dari mereka bisa mencapai Rp1 triliun, seperti saat OpenAI beralih ke Meta,” jelas Pandu dalam presentasinya pada Selasa, 26 Mei 2026. Perusahaan ini menegaskan bahwa Special Plan dirancang untuk mengatasi kekurangan SDM di sektor teknologi, terutama di bidang AI.

Analisis Danantara menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga ahli AI meningkat tajam seiring adopsi teknologi di berbagai industri. Dari sektor finansial hingga manufaktur, perusahaan-perusahaan besar mulai mengalokasikan dana besar untuk merekrut SDM yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan algoritma canggih. Namun, ketersediaan talenta terbatas, sehingga persaingan untuk memperoleh mereka menjadi semakin ketat.

Strategi Membangun SDM Berkualitas

Special Plan mencakup berbagai langkah strategis untuk memperkuat SDM di Indonesia. Salah satunya adalah kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi dan pusat keuangan global untuk menciptakan program pelatihan yang terstruktur. Pandu menjelaskan bahwa ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing secara internasional. “Kita perlu membangun ekosistem yang mendukung pengembangan keterampilan kritis di bidang AI,” tambahnya.

Menurut laporan Danantara, investasi dalam SDM AI bisa menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang. “Talent yang langka seperti ini memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi daripada tim olahraga profesional NBA atau Liga Champions,” kata Pandu. Dengan Special Plan, perusahaan ini berharap mengubah perspektif Indonesia sebagai lokasi yang menarik bagi pengembangan teknologi dan inovasi.

Sejumlah data menunjukkan bahwa perusahaan global lebih memilih untuk merekrut SDM AI dari luar negeri karena ketidakmampuan industri dalam negeri menciptakan lingkungan yang mendukung. Namun, Danantara berupaya mendorong perubahan ini melalui Special Plan, yang mencakup bantuan finansial, pelatihan berbasis teknologi, dan insentif bagi talenta lokal yang berprestasi. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan ketergantungan pada tenaga kerja asing dan meningkatkan kemandirian Indonesia dalam bidang AI.

“Kita harus menciptakan ekosistem yang menarik talenta global, sekaligus membangun SDM lokal yang mampu mengikuti perkembangan teknologi,” papar Pandu. Special Plan juga melibatkan kerja sama dengan startup dan perusahaan teknologi dalam negeri untuk mengembangkan SDM dan memperluas jaringan kerja.”

MORE FROM THIS CATEGORY