Vidoe: Bahan Baku Masih Impor Jadi PR RI Bikin Lampu Ramah Lingkungan
Dailynesia.com – Dalam upaya mendorong pengembangan produk pencahayaan berkelanjutan, Signify menghadapi tantangan utama dalam ketergantungan pada bahan baku impor. Lucas Ardhana, Director and Commercial Leader for the Professional Channel di Signify, menjelaskan bahwa meski perusahaan telah mengintegrasikan inovasi dan teknologi IoT berbasis internet of things yang hemat energi, masalah impor bahan baku masih menjadi hambatan.
Menurut Lucas, tiga sektor utama yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon adalah infrastruktur umum, khususnya penerangan jalan, industri manufaktur, serta sektor pariwisata. Untuk mengurangi dampak lingkungan, Signify memiliki beberapa fasilitas produksi di Indonesia dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40%. Namun, ketergantungan pada bahan baku teknologi tinggi dari luar negeri masih menjadi PR besar.
Di sisi lain, Signify terus berinovasi dalam produksi lampu untuk mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan. Perusahaan ini juga fokus pada manajemen limbah dari fasilitas produksinya. “Bagaimana produsen lampu mampu mengembangkan produk yang hemat energi sekaligus menekan emisi karbon?” tanya Serliana Salsabila dalam wawancara terbaru.
Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Director and Commercial Leader for the Professional Channel at Signify, Lucas Ardhana dalam Profit CNBC Indonesia (Senin, 25/05/2026)

