Kunci Sukses Anak Muda di Era Digitalisasi
Dailynesia.com – Di Yogyakarta, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyoroti pentingnya kemampuan menyelesaikan masalah sebagai faktor utama keberhasilan generasi muda di tengah transformasi digital. Hal ini disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival (Finfest) 2026, Jumat (22/5/2026), di mana ia menjelaskan bahwa era digitalisasi tidak hanya menghadirkan peluang tetapi juga tantangan yang perlu diatasi dengan strategi yang tepat.
Tantangan Utama Generasi Muda di Era Digital
Kemudahan akses informasi di era digital justru memicu tantangan baru, terutama bagi anak muda yang terbiasa berinteraksi dengan data secara cepat. Friderica menekankan bahwa Gen Z, yang tumbuh di tengah arus informasi yang deras, memiliki kebiasaan berpikir cepat dan kritis. “Mereka mewarnai sektor keuangan kita, dan kemampuan menyelesaikan masalah menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ini,” tambahnya. Dalam dunia yang semakin terhubung, anak muda diperlukan untuk mampu memilah antara informasi yang relevan dan yang bisa menyesatkan.
Menyelesaikan Masalah sebagai Pendorong Pertumbuhan
Kemampuan menyelesaikan masalah bukan hanya skill yang diperlukan dalam dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Finfest 2026, Friderica mengingatkan bahwa anak muda harus terbiasa belajar dari kesalahan dan mengambil langkah proaktif untuk memperbaikinya. “Jika ingin tahu masa depan seseorang, lihat bagaimana mereka menyelesaikan masalah saat ini. Kebiasaan tersebut akan menjadi fondasi keberhasilan mereka,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi perubahan yang terus-menerus di sektor keuangan.
Kehadiran peserta muda di Finfest 2026 dinilai sebagai langkah strategis, karena mereka telah memulai pembelajaran tentang keuangan dan investasi lebih awal. “Mereka sudah sangat benar karena belajar menyelesaikan masalah untuk masa depan. Saya optimistis mereka punya peluang gemilang,” pungkas Friderica.
Menurutnya, keterampilan menyelesaikan masalah juga berkaitan dengan cara anak muda mengelola keuangan pribadi. Dengan berbagai aplikasi keuangan digital yang tersedia, generasi muda harus belajar untuk memahami risiko, membuat keputusan yang bijak, dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. “Ini adalah masa depan yang harus mereka bentuk sendiri melalui proses belajar yang konsisten dan penuh kehati-hatian,” kata Friderica.
Dalam era digital, kemampuan menyelesaikan masalah semakin diperlukan untuk menghadapi situasi yang kompleks. Friderica memberikan contoh nyata tentang bagaimana anak muda bisa mengembangkan keterampilan ini, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman langsung di dunia kerja. “Mereka harus berani mencoba hal baru, belajar dari kegagalan, dan terus berkembang,” ujarnya. Dengan cara ini, anak muda bisa menjadi bagian dari solusi bagi berbagai isu yang muncul di sektor keuangan nasional.
Friderica juga menekankan bahwa anak muda harus aktif dalam membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, kreativitas, dan kecerdasan emosional. “Kebiasaan baik yang dibentuk sejak dini akan memengaruhi cara mereka menyelesaikan masalah di masa depan,” tambahnya. Ia menyarankan agar generasi muda tidak hanya mengandalkan teknologi tetapi juga memahami prinsip-prinsip keuangan dasar untuk menghindari kesalahan yang sering terjadi.

