Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ribuan Penumpang Luntang-Lantung di Bandara, Terjebak Banjir Dahsyat

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Foto : Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Bencana Banjir Melumpuhkan Bandara Narita: Ribuan Penumpang Terjebak di Terminal

Dailynesia.com – Jakarta – Situasi di Bandara Internasional Narita, Tokyo, berubah drastis menjadi semacam pusat pengungsian darurat. Ribuan Penumpang Luntang Lantung di Bandara – ribuan wisatawan mancanegara dan turis lokal terpaksa menghabiskan malam di lantai terminal yang dingin. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut memicu banjir besar hingga menganggu seluruh jalur transportasi darat menuju jantung kota Tokyo.

Krisis ini bermula dari bencana banjir bandang dan longsor di Prefektur Chiba yang telah menewaskan minimal delapan orang. Jalur kereta api utama terendam air, sementara jalan tol pun ditutup untuk keselamatan. Akibatnya, sekitar 7.000 penumpang pesawat tidak memiliki opsi lain selain menunggu di area bandara tanpa kepastian jadwal, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia pada Sabtu (15/8/2026).

Penumpang Luntang-Lantung dengan Bekal Kantong Tidur

Pemandangan yang muncul di salah satu hub penerbangan terbesar Asia ini sangat kontras dengan biasanya. Barisan panjang antrean terlihat di depan loket informasi dan stasiun kereta bandara, sementara ratusan orang berbaring tidur di lantai terminal menggunakan sleeping bag. Untuk menenangkan situasi, pihak bandara membagikan air minum, makanan, dan kantong tidur secara cuma-cuma kepada para penumpang yang tertahan.

"Saya tidak pernah membayangkan bakal menghabiskan malam di lantai bandara. Tapi ya sudahlah, ini jadi pengalaman perjalanan yang tidak akan pernah kami lupakan," ujar seorang pelancong asing kepada NHK.

Kisah lain datang dari Philip, seorang wisatawan asal Inggris. Pria tersebut menceritakan perjalanannya yang penuh tantangan selama sembilan jam melewati genangan air, termasuk berganti-ganti taksi, hingga akhirnya sampai di Narita pada Jumat pagi. "Sambil memegang kantong tidur ini, saya cuma berusaha untuk bisa tidur sejenak dan menonton Netflix. Just get on with it, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," tuturnya pasrah kepada AFP.

Akses Darat Lumpuh dan Warnings dari Maskapai

Kendati penerbangan tetap dijadwalkan beroperasi, masalah terbesar yang dihadapi para pelancong adalah terputusnya akses menuju dan dari bandara. Japan Airlines (JAL) memberikan peringatan mengenai kemungkinan penundaan penerbangan akibat keterlambatan penumpang maupun kru. Sementara itu, operator NEXCO East memutuskan untuk menutup rute tol utama yang menghubungkan Narita dengan pusat Tokyo, menyebabkan kemacetan parah di jalur alternatif.

Beberapa jalur kereta api juga mengalami penghentian operasional. Fenomena penumpukan kendaraan akibat kereta yang mangkrak terlihat jelas di Stasiun Chiba. Kondisi ini semakin memperparah situasi bagi ribuan penumpang yang sudah terjebak di bandara sejak hari Jumat.

Situasi Ekstrem Tanpa Preseden

Krisis yang melanda ribuan turis ini merupakan dampak langsung dari hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai lebih dari 360 milimeter dalam waktu 24 jam. Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahkan mengeluarkan status peringatan Level 5, yang merupakan tingkat bahaya tertinggi, untuk pertama kalinya di wilayah tersebut.

Dampak bencana ini tidak hanya terasa di bandara. Sebanyak 26.000 rumah warga kehilangan pasokan listrik, dan puluhan permukiman terendam air. Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, menegaskan bahwa kepungan banjir kali ini merupakan situasi ekstrem tanpa preseden yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah cuaca di kawasan tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Banjir Narita

1. Kapan banjir di Bandara Narita terjadi? Banjir besar melanda Bandara Internasional Narita pada hari Jumat (14/8/2026) waktu setempat, dengan ribuan penumpang terjebak hingga Sabtu pagi.

2. Berapa jumlah penumpang yang terdampak? Sekitar 7.000 penumpang pesawat tidak memiliki opsi lain selain menunggu di area bandara tanpa kepastian jadwal.

3. Apa penyebab utama banjir di wilayah Chiba? Curah hujan ekstrem mencapai lebih dari 360 milimeter dalam 24 jam, memicu banjir bandang dan longsor di Prefektur Chiba.

4. Bagaimana status penerbangan saat ini? Penerbangan tetap dijadwalkan beroperasi, namun Japan Airlines (JAL) memberikan peringatan mengenai kemungkinan penundaan penerbangan akibat keterlambatan penumpang maupun kru.

5. Apa yang dilakukan bandara untuk membantu penumpang? Pihak bandara membagikan air minum, makanan, dan kantong tidur secara cuma-cuma kepada para penumpang yang tertahan di terminal.

Related Reading