Profesi Ini Lagi Banyak Dicari Perusahaan – Gaji Tinggi Tembus Miliaran

2 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
10-provinsi-dengan-tingkat-pengangguran-tertinggi-ada-dki-jawa-barat-1778142895088_169-3

Profesi Ini Lagi Banyak Dicari Perusahaan, Gaji Tinggi Tembus Miliaran

Dailynesia.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memicu kekhawatiran di berbagai sektor pekerjaan. Banyak laporan menunjukkan bahwa sejumlah pekerjaan manusia berpotensi ‘punah’ akibat penggantian oleh alat AI yang canggih. Saat ini, tanda-tanda tekanan pada kelompok pekerja mulai terlihat. Mulai dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat, perlambatan proses rekrutmen, hingga tumbuhnya investasi besar-besaran perusahaan untuk mengadopsi teknologi AI.

Peningkatan Kebutuhan di Bidang Keamanan Siber

Dalam laporan terbaru dari New York Times, ada profesi yang justru menjadi sorotan di era AI. Profesi tersebut terkait dengan keamanan siber (cybersecurity). Heidrick & Struggles, firma talenta eksekutif, melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, permintaan dari perusahaan untuk mencari tenaga ahli dalam menangani kebocoran data dan risiko keamanan meningkat drastis.

“Peran yang tadinya diminta setiap 12 bulan, kini diminta setiap minggu,” kata Austin Cowan, headhunter di Heidrick & Struggles, dikutip dari New York Times, Selasa (26/5/2026.

Perubahan besar yang diakibatkan AI mendorong tumbuhnya permintaan untuk ahli keamanan siber. Karena penggunaan AI dalam pengembangan kode, risiko keamanan yang muncul mendorong peningkatan tajam dalam perekrutan. Glassdoor, platform pencarian kerja, mencatat bahwa lowongan pekerjaan di bidang ini naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kebutuhan Ahli Teknis dan Tantangan Revolusi AI

Lea Kissner, kepala petugas keamanan informasi di LinkedIn, mengatakan bahwa perusahaan mencari engineer yang memiliki keterampilan teknis, fleksibilitas untuk mengatasi kebingungan yang diakibatkan revolusi AI, serta pemahaman mendalam tentang infrastruktur bisnis. “AI telah membuat kita lebih sibuk,” katanya.

“Ini berlaku untuk setiap orang yang saya kenal di bidang keamanan,” tambah dia.

Michael Piacente, mitra pengelola di Hitch Partners, firma pencari eksekutif khusus keamanan, menyebut bahwa permintaan untuk tenaga ahli keamanan siber meningkat tajam sejak Anthropic meluncurkan model Mythos. “Peningkatan sejak musim gugur tahun lalu telah mencapai lima hingga tujuh kali lipat,” katanya. “Akibatnya, kami telah menolak cukup banyak permintaan,” imbuh Piacente.

Insentif Gaji yang Mengalami Peningkatan

Gaji yang ditawarkan untuk posisi keamanan siber mencapai tingkat yang luar biasa. Para perekrut mengatakan bahwa pekerja yang mengikuti wawancara untuk jabatan tinggi di bidang ini memiliki daya tawar yang kuat. Paket gaji untuk posisi seperti eksekutif keamanan kini mencapai US$7 juta hingga US$8 juta (Rp124 miliar hingga Rp142 miliar), menurut Cowan.

“Patokan gaji itu akan membuat seseorang terkejut beberapa tahun yang lalu,” katanya.

Sementara itu, para peneliti AI ternama seperti Anthropic dapat menikmati gaji hingga US$250 juta (Rp4,4 triliun). Kebutuhan akan keahlian teknis ini membuat perusahaan bersaing ketat dalam merekrut talenta. “Ada pengakuan bahwa hanya sedikit orang yang memiliki keahlian tersebut, jadi kita harus merekrut mereka,” ujar Cowan.

Demam perekrutan juga menjangkau posisi menengah. Engineer keamanan meminta gaji yang lebih tinggi dan tawaran pekerjaan yang lebih menarik, meningkatkan persaingan dalam proses rekrutmen. Fenomena ini menggambarkan bagaimana AI sekaligus memicu perubahan dalam struktur tenaga kerja, baik sebagai pengganti maupun peluang baru.

MORE FROM THIS CATEGORY