Produknya Laku Keras di TikTok, Pemilik Toko Online Bagikan Rahasianya

1 week ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
perayaan-kolaborasi-beli-lokal-tokopedia-dan-tiktok-shop-indonesia-di-jakarta-kamis-1382026-cnbc-indonesianovina-1786615808265_169-1

Strategi Toko Online Agar Produk Laris di TikTok

Dailynesia.com – Pengusaha kini memiliki berbagai pilihan agar barang dagangannya mudah ditemukan oleh calon pembeli. Salah satunya adalah memanfaatkan TikTok Shop, di mana produk bisa ditampilkan melalui keranjang kuning yang terpasang pada konten akun maupun melalui sesi Live Streaming. Lisa Amalia, pemilik brand Apelicious, mengungkapkan bahwa sebagian besar penjualan mereka berasal dari fitur keranjang kuning tersebut.

Penjualan Melalui Video Keranjang Kuning

Menurut Lisa, kebiasaan konsumen saat ini cenderung langsung melakukan pembelian setelah menonton video produk. Ia menjelaskan bahwa sekitar empat puluh persen penjualan mereka berasal dari video yang menyematkan keranjang kuning.

Kalau dari kami itu sekitar 40% itu sales datang dari video keranjang kuning kayak gitu kan. Nah, jadi dari segi apa, kebiasaan-nya yang bergerak terus ya, kalau di kami sih kebiasaan-nya dia tetap seperti itu, mereka suka melihat video dan langsung checkout dari situ, entah itu dari video kita atau dari video kreator-kreator lain yang me review produk kita.

Lisa menambahkan bahwa pembelian juga meningkat melalui Live Streaming. Selain itu, strategi pencarian kata kunci yang menarik serta konten yang relevan menjadi kunci agar produk mudah ditemukan oleh pembeli.

Menjaga Retensi Penonton Live Streaming

Satrio Arief, Group Brand Manager Facetology, juga mengonfirmasi bahwa produk mereka banyak dibeli melalui keranjang kuning. Ia menekankan pentingnya mengikuti tren yang sedang berlangsung agar konten tetap relevan.

Kemudian konten yang relevan juga, sama yang paling penting adalah tap in ke hal-hal yang trending gitu. Itu yang menurut kami tetap relevan.

Untuk menjaga agar penonton tidak segera meninggalkan tayangan Live Streaming, Satrio menjelaskan bahwa perusahaan menghadirkan konten menarik dan tema khusus. Biasanya, pengguna e-Commerce hanya bertahan menonton selama tiga detik pertama saat melakukan scrolling. Oleh karena itu, mereka menciptakan live streaming dengan tema tertentu, misalnya saat peluncuran produk baru atau pada hari belanja tanggal kembar.

Biasanya orang-orang kalau lagi scrolling itu retensi-nya tuh cuma kayak 0 sampai 3 detik aja. Jadi begitu ada live streaming yang menarik mereka akan berhenti begitu. Itu adalah cara kami untuk tetap relevan.

Edukasi Produk untuk Membangun Kepercayaan

Satrio juga menyebutkan bahwa perusahaan berupaya menampilkan produk secara berbeda dari merek lain tanpa perlu menyinggung kompetitor. Ia menjelaskan bahwa menjadi nomor satu dalam hal keaslian, nomor dua dalam relevansi, dan nomor tiga dalam mengikuti tren terbaru adalah strategi yang selalu diterapkan.

Sementara itu, Lisa menambahkan bahwa edukasi produk menjadi bagian penting dari strategi mereka. Mulai dari proses produksi, bahan baku, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasokan, semuanya disampaikan kepada calon pembeli. Hal ini membantu membangun kepercayaan dan meningkatkan kesadaran merek.

Kita pernah waktu kita launching keripik buah naga, itu kita bisa sampai dapat 52 apa 53 juta viewer. Nah jadi meskipun kita berada di Malang, seluruh Indonesia tahu dong kayak gitu, bahkan mungkin bisa jadi di luar Indonesia juga tahu ya.

Kedua pelaku usaha ini menyampaikan pandangannya dalam acara Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Melalui kombinasi strategi konten, live streaming, dan edukasi produk, mereka berhasil meningkatkan visibilitas dan penjualan secara signifikan.

Frequently Asked Questions

What is Produknya Laku Keras di TikTok Pemilik?

Produknya Laku Keras di TikTok Pemilik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Produknya Laku Keras di TikTok Pemilik matter?

Produknya Laku Keras di TikTok Pemilik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category