Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Petaka Buat Driver Online Meluas, Tetangga RI Sudah Terdampak

Published August 18, 2026 · Updated August 18, 2026 · By Linda Miller - dailynesia.com

Foto : Linda Miller - dailynesia.com

WeRide Genjot Ekspansi Global, Pendapatan Luar Negeri Melonjak 164%

Dailynesia.com – Perusahaan kendaraan otonom bermarkas di Guangzhou, WeRide, mencatat lonjakan pendapatan dari pasar internasional sebesar 164% secara tahunan pada kuartal II 2026. Angka itu jauh melampaui pertumbuhan total pendapatan kuartalan yang naik 82% YoY. Di sisi lain, kerugian EBITDA kuartal II berhasil ditekan 8,1% YoY, menandakan perbaikan fundamental dalam struktur biaya perusahaan.

Manajemen WeRide menargetkan arus kas positif per kuartal pada tahun 2028, sementara titik impas tahunan diproyeksikan tercapai pada 2029. CEO Tony Han menegaskan bahwa perusahaan tidak menghadapi urgensi untuk menghimpun pendanaan baru dalam waktu dekat, meskipun opsi suntikan modal tetap terbuka apabila kondisinya menguntungkan.

Ekspansi ke Asia Pasifik dan Eropa

Di tengah persaingan ketat antar-pemain robotaxi asal Tiongkok dalam memperebutkan pangsa pasar global, WeRide memilih jalur diversifikasi geografis sebagai sumber pertumbuhan baru. Langkah ini sejalan dengan semakin dekatnya fase komersialisasi penuh kendaraan tanpa sopir di tingkat dunia.

Han mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menjajaki sejumlah pasar bernilai tinggi, mencakup Australia, Korea Selatan, Jepang, serta kawasan Asia Tenggara. Ia juga menyebut diskusi intensif dengan regulator di beberapa negara Eropa masih berlangsung.

"Di Australia, kami sedang berdiskusi dengan pihak regulator mengenai berbagai kemungkinannya," ujar Han, dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2026).

Sebelumnya, pada awal Agustus 2026, WeRide baru saja membuka operasi di Denmark, memperluas kehadiran di Eropa menjadi enam negara. Secara keseluruhan, armada otonom perusahaan kini beroperasi di lebih dari 60 kota di 13 negara.

Robotaxi Setir Kanan Siap di Singapura dan Hong Kong

Layanan robotaxi dengan konfigurasi kemudi kanan dijadwalkan beroperasi secara komersial di Singapura dan Hong Kong. Kedua pasar tersebut dinilai memiliki karakteristik lalu lintas yang menyerupai mayoritas negara di kawasan Asia Pasifik, sehingga menjadi titik uji yang relevan bagi ekspansi lebih luas.

Han menegaskan bahwa kehadiran WeRide di setiap kawasan baru tidak sekadar soal menempatkan kendaraan, melainkan membangun ekosistem lokal secara menyeluruh.

"Kami ingin merekrut tenaga kerja lokal, bekerja sama erat dengan pemerintah serta otoritas setempat, dan memaksimalkan kemitraan dengan pelaku industri lokal," tegasnya.

Ambisi Satu Juta Unit pada 2035

Hingga akhir Juli 2026, total armada robotaxi WeRide telah mencapai 1.800 unit. Angka itu merupakan subset dari 3.400 kendaraan otonom Level 4 yang dioperasikan perusahaan, mencakup pula robobus dan robosweeper.

Manajemen optimistis mampu menuntaskan target 5.000 unit kendaraan otonom Level 4 sebelum akhir tahun berjalan, dengan 2.600 unit di antaranya berupa robotaxi. Untuk menekan biaya produksi hardware, WeRide menggandeng GAC dalam pengembangan model robotaxi baru, melengkapi varian sebelumnya yang dirancang bersama Geely Farizon.

Dalam horizon jangka panjang, perusahaan mematok target puluhan ribu robotaxi pada 2030, sebelum melonjak hingga satu juta armada pada 2035.

Dampak terhadap Driver Taksi Online

Ekspansi agresif ini berpotensi menjadi pintu masuk penetrasi komersial teknologi taksi tanpa pengemudi di kawasan Asia Tenggara. Bagi jutaan pengemudi taksi online di Indonesia dan negara tetangga, kehadiran robotaxi berskala masif memicu kekhawatiran nyata atas keberlangsungan profesi mereka. Tetangga RI yang lebih dulu terpapar teknologi serupa kini mulai merasakan guncangan di lapangan, dan gelombang tersebut diperkirakan akan merambat ke pasar domestik seiring pendalaman operasi WeRide di kawasan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Petaka Buat Driver Online Meluas Tetangga?

Petaka Buat Driver Online Meluas Tetangga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Petaka Buat Driver Online Meluas Tetangga matter?

Petaka Buat Driver Online Meluas Tetangga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.