Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7,7 di NTT, Beri Imbauan Ini
Gempa M 7,7 di NTT: Data Terbaru dan Petunjuk dari Badan Geologi
Dailynesia.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Langkah-langkah yang perlu dilakukan meliputi mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memeriksa kondisi bangunan, serta mematuhi rambu dan jalur evakuasi yang telah tersedia. Imbauan ini menyusul gempa yang mengguncang sejumlah wilayah, mulai dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, hingga Sulawesi Selatan.
Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada Sabtu dini hari, tepatnya tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB. Episentrum gempa tercatat berada di wilayah Timur Laut Nagekeo. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), koordinat episentrum berada pada 8,33° LS dan 121,32° BT. Magnitudo awal yang dicatat adalah M7,0 dengan kedalaman 10 kilometer. Sementara itu, GeoForschungsZentrum (GFZ) mencatat koordinat berbeda, yaitu 8,375° LS dan 121,545° BT dengan magnitudo M6,25 pada kedalaman yang sama. Parameter tersebut kemudian diperbarui menjadi M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.
Analisis Geologi dan Kekuatan Guncangan
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa lokasi episentrum berada di laut. Daerah terdekat memiliki morfologi yang beragam, mulai dari dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, hingga pegunungan. Wilayah tersebut tersusun atas batuan gunung api berumur Tersier serta batuan sedimen berumur Kuarter. Kondisi geologi tersebut menjadi salah satu faktor utama kuatnya guncangan di permukaan.
"Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi. Berdasarkan data tapak lokal Vs30, daerah sekitar episentrum terklasifikasi dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat/batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," ujar Lana Saria dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan parameter sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Badan Geologi menyatakan daerah tersebut masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi tingkat Menengah hingga Tinggi.
Imbauan dan Intensitas Guncangan
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi dan potensi tsunami. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan tetap perlu dijaga, sementara warga diminta menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat hujan.
Berdasarkan informasi BMKG, intensitas guncangan tercatat IV-V MMI di Ruteng, V MMI di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, serta IV-V MMI di Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7?Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7 matter?Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.