Pembangunan Kabah Baru di Arab Saudi Disetop, Ini Alasannya!

2 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
arab-saudi-lanjutkan-pembangunan-megacity-new-murabba-di-riyadh-dengan-ikon-the-mukaab-setinggi-400-m-proyek-visi-2030-ini-dit-1762860732459_169

New Policy: Pembangunan Kabah Baru di Arab Saudi Disetop, Ini Alasannya!

Dailynesia.com – Sejak awal tahun ini, tepatnya 28 Januari, Arab Saudi menerapkan New Policy yang memicu perubahan signifikan dalam pengeluaran besar. Salah satu proyek yang langsung terdampak adalah pembangunan The Mukaab, sebuah kompleks megaproyek yang sebelumnya menjadi simbol transformasi ekonomi negara. New Policy ini diambil untuk mengevaluasi kembali prioritas anggaran, terutama terhadap proyek-proyek yang dianggap boros dana. Dengan visi mempercepat keberlanjutan melalui New Policy, Arab Saudi mencoba mengarahkan sumber daya ke sektor-sektor yang lebih berdampak langsung pada ekonomi non-minyak, seperti teknologi dan infrastruktur hijau.

Proyek Megaproyek Ditunda

Langkah New Policy memutus proyek The Mukaab yang sebelumnya diperkirakan selesai pada 2025. Proyek ini adalah bagian dari strategi Saudi untuk mendiversifikasi perekonomian, tetapi kini dihentikan sementara. PIF, lembaga pengelola aset sekitar US$925 miliar, mengambil keputusan ini setelah mempertimbangkan ulang manfaat ekonomi dan dampak lingkungan. Meski dirancang sebagai ikon modern, The Mukaab dianggap kontradiktif dengan tujuan New Policy yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan. Penundaan ini mencerminkan kebijakan pemerintah yang lebih selektif dalam alokasi dana, terutama dalam tengah tantangan global seperti kenaikan harga bahan bakar dan persaingan pasar.

Desain Futuristik yang Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

The Mukaab, yang berdiri di atas tiga menara bertingkat hingga 300 meter, awalnya diharapkan menjadi pusat budaya dan teknologi terkini. Namun, dengan adanya New Policy, proyek ini dikenai penyesuaian. Desain kubah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menjadi daya tarik utamanya, dianggap mengabaikan kebutuhan lingkungan. Saudi Green Initiative, program keberlanjutan yang menjadi bagian dari New Policy, meminta proyek-proyek baru untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam. The Mukaab, dengan luas 400 meter x 400 meter, dinilai memakan banyak air dan energi, terutama di wilayah yang tergolong kering seperti Riyadh.

“The Mukaab bukan hanya konsumtif, tetapi juga mengabaikan keseimbangan antara inovasi dan keberlanjutan,” kata Yasser Elsheshtawy, peneliti dari Arab Gulf States Institute. Peneliti tersebut menekankan bahwa New Policy menuntut proyek-proyek yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berkontribusi pada penghematan sumber daya.

Kritik terhadap Penggunaan Sumber Daya

Sejumlah ahli menyebutkan bahwa New Policy memaksa pemerintah menguji proyek-proyek besar secara lebih ketat. The Mukaab, dengan biaya proyek sekitar US$1 miliar, dianggap kurang optimal dalam efisiensi. Emisi karbon dari konstruksi dan operasional gedung besar ini dinilai berpotensi meningkatkan kebutuhan energi yang tidak terduga. Sel

MORE FROM THIS CATEGORY