Nasib Miris Lulusan LN Susah Dapat Kerja, Terpaksa Pulang Kampung

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
10-provinsi-dengan-tingkat-pengangguran-tertinggi-ada-dki-jawa-barat-1778142895088_169-1

New Policy: Lulusan LN Kesulitan Dapat Kerja, Terpaksa Pulang Kampung

Dailynesia.com – Menurut laporan terbaru dari Zhaopin, kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah China telah memengaruhi pola pemulangan lulusan pendidikan luar negeri (LN). Angka pemulangan mencapai tingkat tertinggi dalam delapan tahun terakhir, dengan 12% lulusan LN kembali ke tanah air dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, namun ternyata juga menyebabkan nasib miris bagi sejumlah lulusan yang kesulitan memperoleh pekerjaan di luar negeri.

Laporan Zhaopin Catat Peningkatan Mencolok

Kebijakan baru ini juga menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah lulusan LN yang kembali ke China. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa fenomena ini mencerminkan perubahan strategi pemerintah dalam menarik tenaga ahli asing dan mengurangi ketergantungan pada lulusan dalam negeri. Dalam data terbaru dari China Daily, jumlah lulusan LN yang kembali mencapai angka sekitar 495.000 pada tahun 2024, naik lebih dari 19% dibanding tahun sebelumnya.

“Kebijakan baru ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan tenaga kerja berkualitas di sektor-sektor strategis,” jelas laporan Zhaopin, dikutip dari HR Asia, Jumat (15/5/2026).

Selain itu, kebijakan tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap perusahaan asing yang sebelumnya menerima lulusan LN. Banyak perusahaan teknologi dan manufaktur terpaksa menyesuaikan strategi rekrutmen, dengan fokus pada lulusan yang memiliki keterampilan khusus dan kualifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan kebijakan baru ini, sektor teknologi dan inovasi menjadi salah satu incaran utama lulusan LN yang pulang.

Pemulangan Lulusan Dominan dari Negara Barat Maju

Majoritas lulusan yang kembali berasal dari Inggris, Australia, dan Amerika Serikat, yang masing-masing menyumbang sekitar 34%, 22%, dan 8% dari total pemulangan. Kebijakan baru ini dianggap sebagai faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan diri lulusan LN terhadap peluang karier di China. Menurut laporan Zhaopin, kebijakan tersebut menunjukkan kebijakan pemerintah yang lebih terbuka terhadap tenaga kerja global, terutama di sektor teknologi dan manufaktur canggih.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan China, sejak reformasi pendidikan dimulai pada tahun 1978 hingga 2024, total 8,88 juta warga negara China telah menempuh pendidikan di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 6,44 juta lulusan memilih kembali ke China, menunjukkan bahwa kebijakan baru ini telah menciptakan efek domino dalam mengubah arah migrasi tenaga kerja.

Dampak Kebijakan Baru pada Ekonomi dan Industri

Kebijakan baru juga berdampak pada sektor-sektor tertentu, terutama teknologi informasi dan manufaktur. Laporan Zhaopin menunjukkan bahwa lulusan LN lebih memilih bidang internet, pendidikan, dan konsultasi sebagai tujuan karier, namun sektor teknologi dan manufaktur canggih menjadi incaran utama. Bidang-bidang seperti AI, robotika, dan material baru menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan permintaan tenaga kerja yang meningkat.

“Kebijakan baru ini tidak hanya menarik lulusan LN kembali, tetapi juga memperkuat ekosistem inovasi di China,” kata Direktur 21st Century Education Research Institute, Xiong Bingqi, dalam wawancara terpisah.

Seiring dengan kebijakan ini, pemerintah China juga mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, termasuk memberikan pelatihan khusus dan insentif bagi lulusan LN. Pemulangan lulusan LN dapat menjadi peluang bagi sektor teknologi domestik, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Namun, kebijakan ini juga memberikan tantangan bagi perusahaan asing yang harus beradaptasi dengan perubahan ini.

MORE FROM THIS CATEGORY