Lintasarta Ungkap Strategi Investasi di Tengah Lemahnya Rupiah
Dailynesia.com – Dalam suasana ekonomi yang dinamis dan di tengah pelemahan rupiah, PT Lintasarta meluncurkan New Policy sebagai strategi investasi baru yang bertujuan memastikan stabilitas pertumbuhan bisnis. Perusahaan ini, yang dikenal sebagai penyedia solusi digital terkemuka di Indonesia, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menghadapi tantangan inflasi dan volatilitas kurs, sekaligus memperkuat keberlanjutan investasi di bidang infrastruktur digital. Armand Hermawan, President Director & CEO Lintasarta, menjelaskan bahwa New Policy mengubah cara perusahaan mengelola proyek investasi, dengan penekanan pada kebutuhan pelanggan dan potensi pengembalian yang jelas. Kebijakan ini menjadi pilar penting dalam menyesuaikan arah pengalokasian dana di tengah situasi pasar yang tidak pasti.
Kondisi Pasar dan Respons New Policy
Pelemahan rupiah yang terus berlanjut, terutama akibat kenaikan kurs dolar AS, memberikan tekanan pada pengambilan keputusan investasi. Namun, Armand menegaskan bahwa Lintasarta tetap optimis dan menjaga fokus pada target jangka panjang. “New Policy ini mengizinkan kami untuk mengadaptasi strategi investasi dengan lebih cepat dan efektif, tanpa mengorbankan kualitas layanan,” kata Armand dalam wawancara terbaru. Ia menjelaskan bahwa meskipun nilai tukar rupiah menurun, permintaan untuk teknologi krusial seperti keamanan siber dan layanan cloud tetap tinggi, terutama dari sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan. Perusahaan pun menyesuaikan cakupan proyek, tetapi tidak menghentikan investasi secara menyeluruh.
“Kenaikan kurs dolar tidak selalu mengurangi kebutuhan pelanggan untuk investasi. Faktanya, mereka tetap memprioritaskan infrastruktur digital yang aman dan terintegrasi, meski harus menyesuaikan skala proyek,” kata Armand. Ia menambahkan bahwa New Policy memastikan langkah-langkah yang diambil selaras dengan kebutuhan pasar, termasuk penggunaan dana dengan lebih hemat dan efisien.
Intelligent Core: Solusi Pilar Transformasi Digital
Salah satu strategi utama New Policy adalah penguatan layanan utama perusahaan, khususnya Intelligent Core, yang dianggap sebagai fondasi transformasi digital nasional. Solusi ini dirancang untuk mengintegrasikan empat kapabilitas inti: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Integrasi ini menciptakan ekosistem digital end-to-end yang menawarkan pengalaman pengguna yang lebih mulus, serta memastikan keamanan dan ketersediaan sumber daya secara optimal. Armand menjelaskan bahwa kebijakan ini menyesuaikan arah investasi agar selaras dengan tuntutan regulasi dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dalam penerapan New Policy, Lintasarta menggabungkan pendekatan strategis dan teknis. “Kami mengoptimalkan penggunaan dana melalui skema pendanaan yang lebih fleksibel, termasuk mengalokasikan sumber daya untuk proyek yang memberikan dampak maksimal,” ujarnya. Hal ini termasuk peningkatan layanan digital untuk sektor transportasi, energi, dan pemerintahan, yang dinilai menjadi prioritas dalam era ekonomi yang berubah cepat. Kebijakan ini juga membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan, terutama dalam lingkungan penuh persaingan global.
Penyesuaian Investasi dan Kebutuhan Pelanggan
Di bawah New Policy, Lintasarta memprioritaskan investasi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan efisiensi bisnis pelanggan. Armand menyebut bahwa perusahaan sedang mengevaluasi skala proyek secara berkala, terutama di bidang yang terkena tekanan karena pelemahan rupiah. “Kami tidak berhenti menginvestasikan, tapi kami lebih selektif. New Policy memastikan bahwa setiap proyek yang dijalankan berdampak nyata pada daya saing pelanggan,” jelasnya. Selain itu, perusahaan juga memperkuat komitmen terhadap pengembangan industri kecerdasan buatan (AI), yang dianggap sebagai kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Armand menekankan bahwa New Policy juga mengajak pelanggan untuk lebih memahami manfaat jangka panjang dari investasi digital. “Meski ada tantangan sekarang, investasi dalam infrastruktur digital adalah investasi masa depan. New Policy membantu kami menyesuaikan cadangan dana dan menambah nilai investasi secara bertahap,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan terus mengawasi kondisi pasar, termasuk fluktuasi kurs, untuk memastikan bahwa langkah-langkah investasi tetap mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kebijakan yang Selaras dengan Tuntutan Industri
Lintasarta menegaskan bahwa New Policy tidak hanya berfokus pada penghematan biaya, tetapi juga pada penguatan kapasitas industri. “Kebijakan ini dirancang agar selaras dengan kebutuhan sektor-sektor kritis yang sedang mengalami transformasi digital,” kata Armand. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyesuaikan arah investasi berdasarkan data dan kebutuhan pelanggan, bukan hanya berdasarkan kurs dolar AS. Hal ini membantu Lintasarta memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam mendukung ekosistem digital Indonesia.
Dengan New Policy, perusahaan juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana investasi. Armand menyebut bahwa kebijakan ini memberikan panduan jelas untuk mengalokasikan anggaran, termasuk penyesuaian penawaran produk dan layanan. “Kami memastikan bahwa setiap proyek memiliki target yang terukur, sehingga penyesuaian yang dilakukan tidak hanya terkait dengan kurs, tetapi juga berdasarkan hasil yang diperoleh dari investasi sebelumnya,” ujarnya. Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak positif dalam jangka menengah dan jangka panjang, terutama dalam menunjang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

