Inggris Terapkan Aturan RI, Ramai-Ramai Dunia Kompak Berubah

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
sejumlah-anak-memainkan-ponsel-mereka-sesuai-pulang-sekolah-di-jakarta-senin-3032026-pemerintah-resmi-melarang-anak-di-bawah-u-1774857452543_169

New Policy: Inggris Terapkan Aturan RI, Dunia Ikut Mengikuti

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam diskusi global terkini setelah Inggris resmi mengadopsi aturan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun. Ini adalah langkah penting yang mengikuti kebijakan serupa yang telah dijalankan di Indonesia sejak 28 Maret 2026, serta Australia sejak Desember 2025. New Policy ini menimbulkan perubahan signifikan dalam lingkungan digital, dengan banyak negara mempertimbangkan tindakan serupa untuk melindungi generasi muda dari risiko kecanduan dan paparan konten berbahaya.

Implementasi Kebijakan Baru di Inggris

Pemerintah Inggris, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, akan mengumumkan New Policy dalam waktu dekat. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental dan keamanan online anak-anak. Starmer menekankan bahwa New Policy akan menggabungkan langkah-langkah pembatasan akses dengan upaya memastikan manfaat teknologi tetap terjaga. Dalam konsultasi dengan orang tua, pihak berwenang Inggris memutuskan untuk mengadopsi pendekatan mirip dengan Australia, yang telah mengatur batas usia penggunaan media sosial sejak 2025.

Global Response and Comparisons

Seiring berlakunya New Policy di Inggris, negara-negara lain seperti Prancis, Denmark, dan Polandia juga memperketat aturan digital untuk anak-anak. Yunani, misalnya, telah mengumumkan larangan akses media sosial bagi usia di bawah 15 tahun mulai Januari 2027. Perbedaan strategi ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya memengaruhi Inggris, tetapi juga menjadi stimuli untuk reformasi di tingkat internasional. Di Eropa, sejumlah negara sedang mempertimbangkan pembatasan jam layar dan fitur desain platform yang dikritik karena mempercepat kecanduan.

Di Asia, kebijakan pembatasan akses untuk usia di bawah 16 tahun telah diterapkan di Indonesia dan Australia. New Policy di Inggris mencerminkan kebijakan yang lebih luas, terutama dalam upaya melindungi pengguna dari konten seksual, pemerasan, dan paparan informasi yang mungkin merusak perkembangan psikologis mereka. Kebijakan ini juga mencakup penegakan aturan teknologi, seperti penggunaan algoritma yang lebih bijak dalam memperkenalkan fitur interaktif ke pengguna muda.

Reaksi Masyarakat dan Ahli

Pendapat terhadap New Policy di Inggris beragam. Sebagian kelompok masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah sebagai upaya mengurangi dampak negatif media sosial, terutama di tengah meningkatnya kasus gangguan tidur, penurunan fokus belajar, dan kecanduan permainan digital di kalangan anak-anak. Namun, sejumlah pemuda di London menolak New Policy, menganggapnya mengurangi kebebasan mereka dalam memanfaatkan teknologi. Sementara itu, para ahli menyebutkan bahwa kebijakan ini perlu diperjelas dalam hal waktu akses dan batasan konten yang diterapkan, agar tidak terlalu berat bagi pengguna.

Undang-undang keamanan online Inggris telah mendorong perusahaan media sosial untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memperkenalkan fitur pembatasan akses dan pemantauan konten berbahaya. New Policy ini juga diharapkan menjadi bagian dari kebijakan global dalam mengatur penggunaan teknologi, terutama setelah kelompok-kelompok seperti Media dan Industri Teknologi mengakui pentingnya perlindungan digital. Dalam laporan terbaru, Reuters mengungkapkan bahwa New Policy akan mencakup penegakan aturan terhadap platform yang diduga menciptakan lingkungan berisiko bagi anak-anak.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Sebagai bagian dari New Policy, Inggris juga berencana mengadakan kampanye edukasi bagi orang tua dan anak-anak tentang manfaat serta risiko penggunaan media sosial. Pemerintah berharap kebijakan ini bisa diimplementasikan secara bertahap, mulai dari pembatasan waktu akses hingga penggunaan alat parental control yang lebih canggih. Dalam upaya memperkuat pengawasan, kebijakan ini juga mencakup kerja sama dengan perusahaan teknologi untuk menambahkan fitur pembatasan usia di aplikasi mereka.

New Policy di Inggris menjadi contoh bagus bagaimana negara-negara dapat bekerja sama dalam mengatasi tantangan digital bersama. Meski ada perbedaan pendekatan, seperti negara-negara lain yang mungkin lebih fokus pada larangan total atau pembatasan jam layar, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen global terhadap kesehatan digital. Dengan menerapkan New Policy, Inggris berharap menginspirasi negara-negara lain untuk merancang kebijakan yang lebih berimbang antara kebebasan dan perlindungan dalam penggunaan media sosial.

MORE FROM THIS CATEGORY