Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By James Lopez - dailynesia.com

Foto : James Lopez - dailynesia.com

NASA Klarifikasi Teori Gravitasi Bumi Hilang pada Agustus 2026

Dailynesia.com – Kekhawatiran publik mengenai hilangnya gravitasi Bumi secara mendadak akhirnya mendapat penjelasan resmi dari NASA. Lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut menyangkal teori yang sempat viral di media sosial, yang mengklaim bahwa pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 21.33 WIB, gaya tarik gravitasi akan lenyap selama tujuh detik penuh. Penjelasan ini penting untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

Penjelasan Ilmiah dari NASA

Menurut lembaga antariksa tersebut, gravitasi Bumi terikat erat dengan massa Bumi. Selama jumlah materi penyusun Bumi tidak berubah secara mendasar, gravitasi tidak akan pernah hilang. "Gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika Bumi kehilangan sebagian besar massanya. Hal itu tidak akan terjadi pada 12 Agustus 2026," tegas NASA dalam pernyataannya.

Lembaga tersebut juga meluruskan hubungan antara peristiwa langit dengan gravitasi. "Gerhana matahari tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap gravitasi Bumi. Tarikan gravitasi Matahari dan Bulan memang memengaruhi pasang surut air laut, tetapi hal itu sudah dipahami dengan baik dan dapat diprediksi ratusan tahun sebelumnya." Penjelasan ini menunjukkan bahwa fenomena alam yang terjadi setiap hari tidak akan berubah secara drastis.

Asal Usul Teori yang Viral

Penelusuran menelusuri asal usul kabar itu ternyata bermula dari satu unggahan di Instagram pada Desember 2025 yang dikenal menyebarkan cerita rekayasa buatan kecerdasan buatan. Dari sana, kabar itu menyebar ke TikTok, X, dan platform lain lalu berkembang menjadi teori konspirasi yang makin lama makin diada-adakan. Teori ini kemudian diklaim sebagai fakta ilmiah tanpa dasar yang kuat.

Kebetulan pada tanggal 12 Agustus memang terjadi sejumlah peristiwa langit seperti gerhana matahari total, susunan planet, dan puncak hujan meteorit Perseid. Para penyebar kabar bohong lalu menyambung-sambungkan peristiwa langit tersebut dengan isu hilangnya gravitasi agar terlihat seolah-olah ada hubungannya. Kombinasi peristiwa ini menciptakan kesan misterius yang menarik perhatian banyak orang.

Klaim Proyek Rahasia dan Dampaknya

Teori yang beredar menyebutkan bahwa akibat hilangnya gravitasi, segala sesuatu yang tidak tertanam kuat di tanah, termasuk manusia, hewan, air laut, hingga Bulan akan terlempar ke udara setinggi 20 meter sebelum jatuh kembali dengan dahsyat saat gravitasi kembali bekerja. Kabar itu disertai tuduhan adanya proyek rahasia bernama "Proyek Jangkar" senilai Rp 1.300 triliun yang disiapkan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelamatkan sebagian penduduk dari bencana tersebut.

Tak heran, pencarian kata kunci terkait "gravitasi" di Google melonjak 60 persen dalam sekejap. Menanggapi kekhawatiran yang meluas, NASA memberikan pernyataan tegas kepada situs pengecek fakta Snopes. Pernyataan ini menjadi referensi utama bagi masyarakat yang ingin memverifikasi informasi yang beredar.

Tidak ada bukti adanya proyek rahasia, tidak ada gelombang gravitasi yang akan menghantam, dan tidak ada tujuh detik tanpa gravitasi. Kabar itu hanyalah cerita fiksi yang disebarkan seolah-olah benar demi menarik perhatian dan menimbulkan kepanikan. Jadi, warga dunia bisa bernapas lega karena gravitasi Bumi tetap bekerja seperti biasa.

Frequently Asked Questions

Apa yang menyebabkan teori gravitasi Bumi hilang menjadi viral? Teori ini bermula dari unggahan Instagram pada Desember 2025 yang diklaim sebagai konten AI. Isu ini kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial dan dikaitkan dengan peristiwa langit pada 12 Agustus 2026.

Bagaimana NASA menjelaskan hubungan antara gerhana dengan gravitasi? NASA menegaskan bahwa gerhana matahari tidak memiliki pengaruh terhadap gravitasi Bumi. Meskipun Matahari dan Bulan memengaruhi pasang surut, hal ini sudah dapat diprediksi dan tidak akan berubah secara drastis.

Apakah benar ada proyek rahasia untuk mengatasi hilangnya gravitasi? Tidak. NASA menyatakan bahwa tidak ada bukti adanya proyek rahasia "Proyek Jangkar" senilai Rp 1.300 triliun. Klaim ini hanyalah bagian dari teori yang tidak berdasar.

Berapa lama klaim hilangnya gravitasi berlangsung menurut teori tersebut? Menurut teori yang viral, gravitasi akan hilang selama tujuh detik penuh pada pukul 21.33 WIB, 12 Agustus 2026. Namun, NASA menyangkal hal ini dengan penjelasan ilmiah yang jelas.

Related Reading