Aturan RI Diterapkan di Banyak Negara, Swedia Ikutan

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
594504a0-bbd3-427a-b147-dd5d61f65035-0

Aturan RI Diterapkan di Banyak Negara, Swedia Ikutan

Dailynesia.com – Terus berkembang di berbagai negara, termasuk Swedia yang kini menerapkan kebijakan baru mengenai penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif global untuk mengurangi dampak negatif teknologi digital pada proses belajar. Selain Swedia, beberapa negara lain seperti Inggris, Jerman, dan Prancis juga mulai mengintegrasikan aturan serupa ke dalam kurikulum pendidikan mereka, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode tradisional.

Penerapan Kebijakan di Swedia

Latest Program di Swedia diterapkan secara resmi sejak musim gugur 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membatasi paparan layar selama jam belajar. Kebijakan ini mengharuskan siswa menutup ponsel mereka di kelas, dengan kecuali untuk keperluan belajar tertentu seperti penggunaan alat bantu atau presentasi digital. Program ini juga menekankan pentingnya kegiatan berbasis buku dan diskusi langsung untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan fokus anak-anak.

“Kami percaya bahwa dengan menekan penggunaan ponsel di jam belajar, siswa akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir kritis dan mengembangkan keterampilan membaca yang lebih baik,” kata Joar Forsell, anggota Komite Pendidikan Parlemen Swedia, dalam wawancara dengan APNews. Ini menjadi salah satu contoh terbaru dari Latest Program yang memperluas cakupannya ke berbagai aspek pendidikan.

Penyebab dan Tujuan Kebijakan

Latest Program di Swedia lahir dari kekhawatiran pemerintah terhadap pengaruh media sosial terhadap generasi muda. Pemerintah koalisi kanan-tengah menyoroti bahwa 75% siswa Swedia menghabiskan lebih dari 3 jam sehari di depan layar, yang berisiko mengganggu pengembangan keterampilan intelektual. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih tenang, memperkuat kemampuan berpikir secara mandiri, dan mendorong penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada generasi muda.

Perbandingan dengan Indonesia

Dalam konteks Latest Program, Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih awal menerapkan aturan serupa. Pemerintah mengeluarkan PP Tunas dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang melarang penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok selama jam belajar. Menteri Kominfo Meutya Hafid mengungkapkan bahwa aturan ini tidak hanya membatasi penggunaan digital di sekolah, tetapi juga memberikan pendidikan berkualitas melalui penekanan pada buku dan aktivitas langsung. Sementara di Swedia, larangan tersebut diterapkan secara lebih ketat, dengan kebijakan yang diperkuat oleh kesadaran masyarakat tentang dampak teknologi terhadap kesehatan mental.

Langkah DKI Jakarta

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah memperkuat Latest Program dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 pada 7 Januari 2026. Surat edaran ini menetapkan bahwa semua satuan pendidikan di Jakarta wajib melarang penggunaan gawai selama jam sekolah, kecuali dalam situasi khusus. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong implementasi Latest Program secara nasional, dengan menekankan pentingnya pendidikan berbasis buku dan interaksi langsung antara guru dan siswa. Tercatat, hampir 90% sekolah dasar di Jakarta telah mematuhi aturan ini.

Perangkat yang Dibatasi

Latest Program mencakup pembatasan penggunaan delapan platform media digital, seperti YouTube dan TikTok, selama jam belajar. Pemerintah memilih platform-platform ini karena mereka merupakan sumber utama penggunaan layar oleh siswa. Kebijakan ini sejalan dengan tren global yang semakin ketat membatasi akses teknologi di lingkungan pendidikan. Nahdiana, Kepala Disdik DKI Jakarta, menegaskan bahwa Latest Program bertujuan menjaga ketenangan psikologis dan kualitas kognitif siswa, serta meningkatkan hasil belajar mereka.

Kebijakan Global dan Dampaknya

Latest Program tidak hanya berdampak di Swedia dan Indonesia, tetapi juga menjadi model bagi beberapa negara lain. Pada 2025, Inggris mulai melarang penggunaan ponsel di sekolah dasar, sementara Jerman dan Prancis sedang dalam proses evaluasi kebijakan serupa. Menurut laporan dari UNESCO, lebih dari 30 negara telah menerapkan aturan pembatasan penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan, dengan tujuan menekan rata-rata penggunaan layar yang meningkat setiap tahun. Kebijakan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar siswa, karena menekankan penggunaan metode tradisional dan mengurangi gangguan dari media sosial.

Latest Program menunjukkan bahwa pendidikan modern tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada keseimbangan antara penggunaan digital dan metode belajar tradisional. Dengan penerapan yang terstruktur, aturan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, sekaligus menjaga kesehatan mental siswa di tengah era digital yang semakin cepat berkembang. Keberhasilan Latest Program di Swedia dan Indonesia menjadi bukti bahwa langkah-langkah ini dapat diterapkan secara universal untuk mencapai tujuan yang sama.

MORE FROM THIS CATEGORY