Tanaman Ini Banyak Tumbuh Liar di RI, Ternyata Bisa Disulap Jadi BBM

4 weeks ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
79a28521-d007-41a0-a5db-d8d63ee598d9-0

Key Strategy: Tanaman Nyamplung Bisa Disulap Jadi BBM di Indonesia

Dailynesia.com – Dalam upaya menciptakan ekosistem energi berkelanjutan, Key Strategy mengungkapkan potensi tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai solusi inovatif untuk produksi bahan bakar nabati. Tanaman ini banyak tumbuh liar di wilayah pesisir Indonesia, dan BRIN tengah mempercepat penelitian untuk mengubahnya menjadi sumber energi alternatif. Proyek ini bukan hanya mendukung transisi energi global, tetapi juga memanfaatkan lahan kritis secara efisien tanpa mengganggu kebutuhan pangan masyarakat.

Proses Pengolahan Minyak Nyamplung untuk BBM

Key Strategy menjelaskan bahwa biji nyamplung mengandung minyak nabati sekitar 60-70 persen, menjadikannya bahan baku berpotensi tinggi untuk berbagai jenis bahan bakar. Dengan teknologi pemrosesan modern, minyak ini bisa diolah menjadi biokerosin, biodiesel, atau bioavtur (SAF) yang semakin diminati dalam industri transportasi. “Penggunaan nyamplung dalam Key Strategy menunjukkan bahwa kita bisa menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan energi,” kata Budi Leksono, peneliti di Pusat Riset Botani Terapan (PRBT) BRIN, Minggu (12/7/2026).

Key Strategy BRIN memanfaatkan sifat nyamplung yang tumbuh liar di lahan marginal untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil. Proses pengolahan minyak nyamplung dimulai dari pemanenan biji, pengeringan, serta ekstraksi minyak melalui teknik penggilingan dan pemisahan. Hasilnya tidak hanya berupa bahan bakar, tetapi juga limbah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri lain, seperti biochar atau pakan ternak berkualitas.

Keunggulan Nyamplung dalam Key Strategy

Tanaman nyamplung memiliki keunggulan yang membuatnya menjadi bagian penting dalam Key Strategy. Ia tumbuh baik di lahan terdegradasi, seperti tanah rawa, lereng gunung, atau area tererosi, sehingga tidak memerlukan perawatan intensif. “Kemampuan nyamplung bertahan di lingkungan ekstrem membuatnya menjadi pilihan cerdas untuk Key Strategy yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan,” tambah Budi. Selain itu, nyamplung tumbuh cepat dan membutuhkan sedikit air, menjadikannya cocok untuk daerah kering.

Kapasitas Produksi dan Potensi Ekonomi

Dalam Key Strategy, nyamplung diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang menguntungkan. Setiap hektare tanaman ini bisa menghasilkan minyak sekitar 1,5 ton per tahun, yang setara dengan produksi minyak sawit pada kondisi optimal. Ini memberi peluang besar bagi masyarakat pesisir yang bisa menjual biji nyamplung sebagai bahan baku industri. Dengan Key Strategy yang mengintegrasikan teknologi dan ekonomi sirkular, limbah dari proses pengolahan bisa diubah menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan baku sabun alami atau obat-obatan.

Manfaat Lingkungan dan Kesejahteraan Sosial

Key Strategy menekankan bahwa penggunaan nyamplung bukan hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati. Tanaman ini tidak merusak ekosistem, justru bisa menjadi penutup tanah yang mengurangi erosi dan menyerap karbon. Selain itu, Key Strategy BRIN mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pemanenan, pemasaran, dan pengolahan. Hal ini memberi peluang pekerjaan dan pendapatan tambahan, terutama di daerah terpencil.

Langkah Pemangkasan dan Keterlibatan Pihak Lain

Sebagai bagian dari Key Strategy, BRIN bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mempercepat penerapan teknologi pengolahan nyamplung. Mitra seperti universitas, perusahaan swasta, serta pemerintah daerah berperan aktif dalam menyediakan dana, fasilitas, dan akses ke pasar. “Kolaborasi ini membuat Key Strategy lebih efektif, karena kita bisa menyelaraskan kebutuhan teknologi dengan kebijakan lokal,” jelas Budi. Langkah-langkah seperti pengujian skala kecil dan pengembangan infrastruktur penampungan juga sedang diupayakan untuk menjadikan nyamplung sebagai bahan bakar nasional.

Keberlanjutan dan Peran Nyamplung di Masa Depan

Key Strategy BRIN berharap nyamplung bisa menjadi bagian dari strategi energi Indonesia pada dekade mendatang. Tanaman ini memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor, sekaligus membantu mengatasi masalah krisis energi. “Dengan Key Strategy ini, kita bisa memanfaatkan kekayaan alam lokal secara bijak,” pungkas Budi. Dukungan pemerintah melalui kebijakan subsidi dan insentif juga diperlukan untuk mempercepat adopsi teknologi ini di berbagai wilayah Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY