Bank Besar Mulai Kencang PHK Massal, Ini Biang Keroknya

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
459a4b51-70e4-4643-811e-ec63bd43e2ab_169

Bank Besar Mulai Kencang PHK Massal, Ini Biang Keroknya

Dailynesia.com – Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor perbankan semakin mengancam, terutama di kalangan bank-bank besar yang berupaya menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara luas. Salah satu contoh nyata adalah Standard Chartered, bank multinasional asal London, yang merencanakan pengurangan jumlah karyawan hingga lebih dari 7.000 dalam empat tahun ke depan. Strategi ini terutama menargetkan pegawai yang dinilai memiliki nilai SDM rendah, seperti yang diungkapkan dalam laporan Reuters pada hari Minggu (31/5/2026).

Key Strategy dalam Transformasi Digital

“Teknologi AI akan menjadi pendorong utama efisiensi operasional perusahaan, demi meningkatkan profitabilitas dan menghadapi persaingan industri keuangan yang semakin ketat,” demikian diungkapkan dalam laporan Reuters.

Strategi Key Strategy ini tidak hanya sekadar mengurangi biaya, tetapi juga bertujuan mengganti SDM dengan investasi teknologi dan kapital finansial. CEO Standard Chartered, Bill Winters, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kompetitivitas bank dalam menghadapi tantangan global. “Kami sedang membangun model bisnis baru yang lebih efisien, dan AI menjadi elemen kunci dalam strategi tersebut,” tambah Winters.

Strategi Pemangkasan Struktur

Dalam jangka empat tahun, Standard Chartered akan mengurangi sekitar 15% posisi di fungsi korporasi, yang setara dengan lebih dari 7.000 karyawan dari total 52.000 pegawai di divisi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat target penghimpunan dana baru bersih sebesar US$200 miliar, yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2029, kini dipindahkan ke 2028. Key Strategy yang diterapkan juga melibatkan pengalihan fokus bisnis ke segmen nasabah yang memiliki potensi keuntungan lebih tinggi, seperti pelanggan ritel kaya dan institusi keuangan.

Strategi ini mencerminkan upaya bank-bank besar untuk mengoptimalkan sumber daya secara efektif. Dengan adopsi AI, proses operasional seperti analisis data, layanan pelanggan, dan manajemen risiko dapat dilakukan secara otomatis. Hal ini mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia dalam tugas-tugas yang berulang, sekaligus mempercepat keputusan bisnis berdasarkan prediksi dan pemrosesan informasi yang lebih akurat.

Dalam penerapannya, Key Strategy ini dirasakan dampak paling signifikan di pusat operasional back-office, seperti di Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa. Di sini, AI bertindak sebagai fasilitator utama dalam transformasi sistem inti perbankan, termasuk penggunaan alat analisis data untuk mengidentifikasi peluang pasar atau meminimalkan risiko keuangan. Meski ada kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan, bank tersebut tetap memberikan peluang pelatihan ulang atau re-skilling bagi karyawan yang ingin meningkatkan keterampilan mereka.

Di sisi lain, persaingan industri keuangan semakin ketat akibat inovasi digital yang terus berkembang. Key Strategy dijelaskan sebagai bagian dari upaya bank-bank besar untuk menjaga relevansi mereka di tengah perubahan teknologi dan ekonomi global. Dengan menggabungkan kapital finansial dan teknologi AI, mereka berharap mampu meningkatkan efisiensi operasional dan menghadapi ancaman siber yang meningkat pesat. Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya keberlanjutan bisnis dalam mempersiapkan tantangan masa depan, seperti pergeseran kebijakan moneter atau krisis geopolitik.

Key Strategy tidak hanya dijalankan oleh Standard Chartered, tetapi juga menjadi trend nasional di banyak bank besar Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini menyadari bahwa transformasi digital adalah kunci untuk bertahan dalam era pertumbuhan yang semakin bergantung pada teknologi. Dengan menerapkan AI dan otomatisasi, bank-bank dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan kecepatan layanan, yang merupakan keunggulan kompetitif di tengah persaingan global.

MORE FROM THIS CATEGORY