Key Discussion: Baru Dipecat 6 Menit, Dua Bersaudara Hapus Data Negara
Dailynesia.com – Dalam Key Discussion terbaru, dua saudara kembar dari Amerika Serikat, Muneeb dan Sohaib Akhter, menunjukkan tindakan kejahatan digital yang mengejutkan hanya beberapa menit setelah dipecat dari perusahaan teknologi yang mereka tempati. Keduanya, yang berusia 34 tahun, memiliki catatan kriminal dalam dunia siber sejak tahun 2015, dengan Muneeb pernah diberhukum tiga tahun penjara dan Sohaib dua tahun. Setelah bebas, mereka kembali ke industri teknologi dan akhirnya terlibat dalam serangkaian kegiatan ilegal yang mengguncang sistem keamanan pemerintah AS.
Detail Kejahatan dan Proses Penangkapan
Pada 18 Februari 2025, Muneeb dan Sohaib diundang ke rapat Microsoft Teams oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Rapat berlangsung selama sekitar satu jam, dan setelahnya, keduanya segera diberhentikan. Namun, Sohaib segera mencoba mengakses kembali sistem jaringan perusahaan hanya lima menit setelah pemberhentian, sementara Muneeb tetap memiliki akses ke akun Windows yang belum diblokir. Ini memungkinkan mereka untuk melakukan aksi balas dendam digital dalam waktu singkat.
Dalam Key Discussion, Muneeb menunjukkan kemampuan teknis yang tinggi dengan mengakses database pemerintah AS yang dikelola perusahaan mereka. Ia menjalankan perintah untuk memblokir akses pengguna lain, lalu secara bertahap menghapus database yang terkait dengan berbagai departemen. Dua menit setelah akses ke database Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dihapus, Muneeb menggunakan instruksi “DROP DATABASE dhsproddb” untuk menghilangkan data kritis. Selain itu, ia juga mengunduh 1.805 file dari Komisi Kesetaraan Peluang Kerja (EEOC) dan mencuri data pajak federal dari sekitar 450 orang.
“Bagaimana cara menghapus system logs dari SQL server setelah menghapus database?” tulis Muneeb ke alat AI pada pukul 16.59, dikutip dari ArsTechnica, Senin (18/5/2026). Pertanyaan ini menunjukkan rencana yang matang dan strategis untuk menghindari jejak digital selama Key Discussion.
Kejahatan ini tidak hanya terjadi dalam waktu singkat, tetapi juga menimbulkan dampak besar. Dalam kurun waktu sekitar satu jam, total 96 database pemerintah AS berhasil dihapus, termasuk data yang terkait dengan keamanan nasional dan kebijakan sosial. Kedua saudara tersebut juga mengungkapkan niat untuk memeras perusahaan melalui diskusi digital, dengan Sohaib mengusulkan penggunaan “kill script” untuk menutup celah keamanan.
Investigasi dan Konsekuensi Hukum
Tiga minggu setelah insiden, aparat federal melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah mereka di Virginia. Penemuan di lokasi tersebut mencakup berbagai perangkat teknologi, tujuh senjata api, dan ratusan peluru yang menunjukkan persiapan jangka panjang. Penangkapan terjadi pada Desember 2025, dan keduanya akhirnya menghadapi pengadilan. Muneeb memilih mengaku bersalah pada April 2026, sementara Sohaib menyerahkan kasusnya ke juri.
Dalam Key Discussion, Sohaib dijatuhi hukuman tiga tuduhan: konspirasi penipuan komputer, perdagangan password ilegal, dan kepemilikan senjata api secara tidak sah. Ini menegaskan tingkat seriusnya aksi mereka yang terjadi dalam waktu singkat setelah diberhentikan. Sementara itu, Muneeb juga mendapatkan hukuman atas perannya dalam kejahatan siber tersebut. Kasus ini menjadi contoh bagaimana kejahatan digital bisa terjadi dengan cepat, bahkan dalam rentang beberapa menit, setelah seseorang kehilangan akses resmi.

