Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karyawan Izin Ibadah Langsung Dipecat, Perusahaan Didenda Rp 2,6 M

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Linda Miller - dailynesia.com

Foto : Linda Miller - dailynesia.com

Apple Bersepakat Bayar Rp 2,6 Miliar Ganti Rugi Diskriminasi Agama

Dailynesia.com – Kasus Karyawan Izin Ibadah Langsung Dipecat kembali menjadi sorotan publik setelah Apple menyetujui pembayaran kompensasi senilai US$150.000 atau setara Rp2,6 miliar kepada mantan pegawainya. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi penyelesaian sengketa diskriminasi berbasis agama yang telah diajukan sebelumnya. Menariknya, dalam kesepakatan ini Apple tidak memberikan pengakuan resmi atas kesalahan yang terjadi. Kasus ini menyoroti pentingnya hak beragama di tempat kerja dan bagaimana perusahaan multinasional menangani isu diskriminasi.

Awal Mula Kasus Pemecatan

Sengketa ini bermula dari pemecatan seorang Apple Genius yang bekerja selama 16 tahun di perusahaan tersebut. Secara resmi, pemecatan dilakukan karena karyawan dinilai tidak memenuhi standar penampilan atau grooming yang ditetapkan. Namun, sang karyawan membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa keputusan pemecatan sebenarnya terkait dengan permohonan izin berulang kali untuk menjalankan ibadah Sabat.

Karyawan yang memiliki rekam jejak kinerja baik ini resmi memeluk agama Yahudi pada tahun 2023. Sejak saat itu, ia mulai mengajukan penyesuaian jadwal libur mulai dari matahari terbenam hari Jumat hingga Sabtu malam. Penyesuaian ini diperlukan guna menjalankan ritual keagamaan yang melarang aktivitas bekerja selama periode Sabat. Selama masa penyesuaian jadwal, karyawan tersebut terus berusaha menjaga produktivitas kerjanya.

Manajemen Apple awalnya memberikan respons positif terhadap permohonan penyesuaian jadwal. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan mulai mempermasalahkan penampilan sang karyawan. Puncaknya, tak lama setelah mengajukan permohonan cuti untuk hari raya keagamaan, karyawan tersebut resmi diberhentikan. Proses pemecatan ini memicu kekecewaan di kalangan komunitas kerja Apple.

Proses Hukum dan Kesepakatan

Berdasarkan laporan AppleInsider yang dilansir Kamis, 13 Agustus 2026, permohonan izin yang diajukan karyawan tersebut berulang kali ditolak oleh manajemen. Beberapa waktu setelah penolakan tersebut, perusahaan mulai mempermasalahkan penampilan sang karyawan. Puncaknya, tak lama setelah mengajukan permohonan cuti untuk hari raya keagamaan, karyawan tersebut resmi diberhentikan.

Komisi Kesempatan Kerja yang Setara AS (EEOC) mengajukan gugatan ini ke pengadilan pada September 2025 usai pemecatan tersebut terjadi.

Apple berargumen bahwa pemecatan dilakukan murni karena alasan standar grooming, bukan karena faktor agama. Sebaliknya, mantan karyawan tersebut menuding bahwa tindakan pemecatan dipicu oleh permohonan izin liburnya untuk beribadah Sabat. Proses hukum ini berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya mencapai kesepakatan damai.

Rincian Kompensasi dan Implikasi

Dokumen dari Law360 yang dikutip 9to5Mac mengungkap bahwa Apple tidak hanya membayar uang kompensasi, tetapi juga berkomitmen memberikan pelatihan pencegahan diskriminasi agama kepada seluruh karyawannya. Dari total US$150.000 yang disepakati, US$80.000 dialokasikan sebagai pembayaran gaji tertunggak yang dikenakan pajak. Sementara itu, US$70.000 sisanya mencakup ganti rugi non-materiil beserta bunga.

Apple diwajibkan menyelesaikan seluruh pembayaran kompensasi ini kepada mantan karyawannya dalam jangka waktu 30 hari sejak kesepakatan ditandatangani. Kesepakatan ini juga mencakup komitmen perusahaan untuk melakukan review terhadap kebijakan internal terkait hak beragama karyawan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kasus serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi preceden penting bagi perusahaan teknologi lainnya dalam menangani hak-hak karyawan yang beragama minoritas. Banyak pengamat hukum ketenagakerjaan menilai bahwa keputusan Apple menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga keragaman dan inklusi di lingkungan kerja. Karyawan Izin Ibadah Langsung Dipecat bukan hanya menjadi kasus individual, tetapi juga representasi dari isu yang lebih luas dalam dunia kerja modern.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Apa itu ibadah Sabat? Ibadah Sabat adalah ritual keagamaan Yahudi yang dilakukan setiap hari Sabtu, dimulai dari matahari terbenam hari Jumat hingga Sabtu malam. Selama periode ini, umat Yahudi dilarang melakukan aktivitas bekerja.

Berapa lama karyawan tersebut bekerja di Apple? Karyawan tersebut telah bekerja sebagai Apple Genius selama 16 tahun sebelum akhirnya dipecat pada tahun 2025.

Apakah Apple mengakui kesalahan dalam kasus ini? Tidak, dalam kesepakatan penyelesaian, Apple tidak memberikan pengakuan resmi atas kesalahan yang terjadi. Namun, perusahaan berkomitmen untuk memberikan pelatihan pencegahan diskriminasi.

Kapan gugatan diajukan ke pengadilan? Gugatan diajukan oleh Komisi Kesempatan Kerja yang Setara AS (EEOC) pada September 2025, beberapa bulan setelah pemecatan karyawan terjadi.

Berapa total kompensasi yang diterima karyawan? Karyawan menerima total US$150.000 atau setara Rp2,6 miliar, yang terdiri dari gaji tertunggak, ganti rugi non-materiil, dan bunga.

Related Reading