Important News: Grab Berkomitmen Tingkatkan Penggunaan Kendaraan Listrik di Indonesia, AHY Buka Faktanya
Dailynesia.com – Sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara dan mendukung ekonomi hijau, Grab mengungkapkan rencana ambisius untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Perusahaan layanan transportasi terbesar se-Asia Tenggara ini menargetkan 42 ribu unit kendaraan listrik siap dipakai hingga akhir tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen untuk mempercepat transisi ke transportasi ramah lingkungan. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memperkuat infrastruktur ekosistemnya, termasuk pengembangan kendaraan listrik sebagai solusi untuk memperkecil emisi karbon. Penambahan ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada lingkungan serta mengubah pola konsumsi masyarakat secara berkelanjutan.
Detail Janji Grab untuk Ketersediaan Kendaraan Listrik
Important News – Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Neneng Goenadi menjelaskan bahwa hingga Mei 2026, jumlah kendaraan listrik yang telah tersedia di ekosistem Grab mencapai 28 ribu unit, meningkat dua kali lipat dari angka 14 ribu unit di akhir tahun 2025. “Kami terus mengembangkan kendaraan listrik sebagai bagian dari Gerakan Langkah Hijau Grab, yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih hijau dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” kata Neneng. Target 42 ribu unit hingga 2026 merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan nasional pengurangan emisi karbon sebesar 30% pada 2030.
“Dengan komitmen ini, kami berharap dapat memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih layanan yang lebih ramah lingkungan, sambil memastikan aksesibilitas dan ketersediaan layanan berkelanjutan,” tambah Neneng.
Pembagian Jenis Kendaraan Listrik di Ekosistem Grab
Important News – Dalam rincian rencana pengembangan, Grab menyebutkan bahwa distribusi kendaraan listrik akan mencakup 28 ribu unit sepeda motor dan 14 ribu unit mobil hingga akhir tahun 2026. “Kalau tidak salah, mungkin mobilnya 1/3 dan motornya 2/3 dari total,” jelas Neneng, yang menegaskan bahwa fokus utama masih pada sepeda motor listrik karena ketersediaan baterai dan kebutuhan transportasi harian masyarakat. Namun, peningkatan mobil listrik juga akan berdampak pada pengurangan emisi dari sektor transportasi pribadi.
Grab menjamin bahwa kendaraan listrik akan digunakan untuk semua layanan, termasuk Grab Car, Grab Bike, Grab Express, dan Grab Food. Hal ini memungkinkan pengguna layanan untuk memilih opsi transportasi yang lebih ramah lingkungan sesuai kebutuhan, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun sehari-hari. Selain itu, perusahaan juga menggandeng mitra pemerintah dan industri untuk menyukseskan program ini.
Data Pertumbuhan Kendaraan Listrik dari AHY
Important News – Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan data bahwa pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 143% untuk kendaraan roda empat dan 158% untuk roda dua per tahun. “Tahun lalu terdapat 333.561 unit kendaraan listrik, naik dari 207.478 unit di tahun 2024,” papar AHY. Angka ini menunjukkan momentum positif dalam adopsi EV, terutama di tengah kebijakan pemerintah yang semakin menggalakkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
“Peningkatan ini bukan hanya terjadi karena kebijakan pemerintah, tetapi juga karena kesadaran masyarakat yang semakin tinggi mengenai manfaat lingkungan dan ekonomi dari penggunaan EV,” tutur AHY.
Manfaat dan Dampak Terhadap Ekonomi Hijau
Important News – Penggunaan kendaraan listrik oleh Grab diperkirakan akan menciptakan efek domino dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain mengurangi emisi CO2, penggunaan EV juga dapat meningkatkan penghematan biaya operasional bagi pengemudi, karena biaya bahan bakar listrik lebih murah dibandingkan bahan bakar tradisional. AHY menyoroti bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekonomi hijau dan mencapai target emisi nol bersih pada 2050. “Grab menjadi contoh bagus bagaimana perusahaan teknologi dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.
Dengan pengembangan infrastruktur pengisian daya, Grab berharap dapat mendorong lebih banyak pengguna beralih ke kendaraan listrik. Langkah ini juga akan menciptakan peluang kerja bagi sektor industri baterai dan manufaktur EV, yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. AHY menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui regulasi dan insentif, termasuk pengurangan pajak untuk pengguna EV.
Komitmen Selama Tahun 2026
Important News – Grab juga mengungkapkan bahwa komitmen untuk mengembangkan kendaraan listrik akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Perusahaan memprediksi bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari jumlah pengguna yang beralih ke layanan EV, ketersediaan infrastruktur pengisian, serta dampak lingkungan yang terukur. “Kami tidak hanya berfokus pada jumlah kendaraan, tetapi juga pada bagaimana penggunaan EV dapat berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” jelas Neneng.
Dukungan dari pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci keberlanjutan program ini. AHY menambahkan bahwa pemerintah akan mempercepat pengembangan jaringan pengisian daya EV di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil. “Dengan perusahaan besar seperti Grab yang terlibat, kita dapat mempercepat transisi ke era transportasi hijau,” tutur AHY.
“Penting bagi kita untuk menggalakkan penggunaan EV, karena ini merupakan bagian dari upaya global menghadapi perubahan iklim,” ujar AHY.

