Important News: Data Center di Mana-Mana, Sedot 2,5 Miliar Galon Air Setahun

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
9eff0255-5796-44c7-928f-ea3896de8f42-0

Important News: Data Center Global Konsumsi 2,5 Miliar Galon Air Tahunan

Dailynesia.com – Important News – Perusahaan teknologi raksasa Amazon merilis data mengenai volume air yang digunakan oleh seluruh jaringan pusat data mereka di seluruh dunia. Menurut laporan terbaru, total konsumsi air mencapai sekitar 2,5 miliar galon per tahun, yang tergolong signifikan. Fakta ini menyoroti peran besar data center dalam penggunaan sumber daya alam, terutama di tengah tantangan krisis air global.

Konsumsi Air yang Meningkat, Namun Efisiensi Tidak Menurun

Important News menyoroti bahwa meski jumlah pusat data Amazon terus bertambah, perusahaan mencatat penurunan penggunaan air sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam laporan keberlanjutan tahun 2025, efisiensi penggunaan air mencapai 0,12 liter per kilowatt-jam, yang lebih baik dari 0,15 liter per kilowatt-jam pada 2024. Angka ini menggambarkan upaya Amazon dalam mengoptimalkan operasional data center.

Menurut data yang diterbitkan oleh Environmental Protection Agency (EPA), rata-rata konsumsi air industri mencapai 0,84 liter per kilowatt-jam. Dengan efisiensi 0,12 liter, Amazon menunjukkan prestasi yang jauh lebih baik dari industri rata-rata. Hal ini menjadikan perusahaan sebagai contoh inovatif dalam pengelolaan sumber daya.

Metode Pendinginan dan Penghematan Air

Amazon menjelaskan bahwa sebagian besar proses pendinginan data center menggunakan udara luar, dengan hanya 10% dari waktu operasional yang memerlukan pendinginan evaporatif. Sistem ini mengalirkan udara melalui filter yang jenuh air untuk mengurangi panas dan kelembapan sebelum mencapai ruang server. Important News menekankan bahwa pendekatan ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari operasional data center.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa metode perhitungan mereka berbeda dari sebagian besar pesaing. Mereka tidak hanya menghitung air yang menguap selama pendinginan, tetapi juga mencakup cairan yang dialirkan ke sistem limbah. Important News menyebutkan bahwa strategi ini membuat angka konsumsi air Amazon lebih teliti, meski terlihat lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang hanya memperhitungkan kehilangan akibat penguapan.

Target Pemulihan Air dan Langkah Sustainabilitas

Amazon telah menetapkan target ambisius untuk tahun 2030: mengembalikan lebih banyak air ke lingkungan daripada yang digunakan dalam operasional data center. Important News menyebutkan bahwa perusahaan sudah mencapai sekitar 75% dari tujuan tersebut melalui lebih dari 50 proyek yang diumumkan. Diperkirakan, jika seluruh proyek rampung, kembalinya air bisa mencapai lebih dari 5,8 miliar galon per tahun.

Important News menambahkan bahwa laporan ini belum mencakup konsumsi air dari fasilitas kolokasi atau pusat data pihak ketiga yang disewa Amazon. Fasilitas tersebut menyumbang sekitar 20% dari kapasitas komputasi perusahaan pada 2024. Meski demikian, upaya Amazon untuk mengurangi dampak lingkungan terus diperkuat dengan inisiatif seperti penggunaan energi terbarukan dan teknologi pendinginan berkelanjutan.

Perbandingan dengan Konsumsi Air Kehidupan Harian

Angka konsumsi air data center Amazon, yaitu 2,5 miliar galon per tahun, jauh lebih rendah dari kebutuhan warga Amerika Serikat untuk taman dan halaman. Menurut data EPA, konsumsi air penduduk AS mencapai 3,3 triliun galon setiap tahun. Important News menyatakan bahwa meskipun data center mengambil air dalam skala besar, upaya penghematan mereka tetap menjadi pelajaran penting bagi industri.

“Industri data center memang terlihat mengonsumsi air dalam jumlah besar, tetapi fakta terbukti berbeda jika kita melihat data secara detail,” jelas Kerry Person, Wakil Presiden Amazon Web Services (AWS) yang memimpin operasional data center, menurut laporan QZ. “Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan air tetap efisien sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.”

Important News juga menyoroti bahwa konsumsi air data center bukanlah isu baru. Dalam beberapa tahun terakhir, data center menjadi salah satu sektor yang memerlukan perhatian khusus terkait dampak lingkungan. Namun, langkah-langkah yang diambil Amazon, seperti penggunaan pendinginan evaporatif dan sistem pemulihan air, membuktikan bahwa perusahaan teknologi bisa menjadi bagian dari solusi krisis air global.

MORE FROM THIS CATEGORY