Pilih Minum Teh atau Kopi Tentukan Risiko Osteoporosis, Ini Kata Ahli

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
e346de63-e90a-408e-8413-1b1cb68a4c3a-0

Pilih Minum Teh atau Kopi Tentukan Risiko Osteoporosis, Ini Kata Ahli

Dailynesia.com – Adalah topik utama yang diangkat dalam penelitian terbaru mengenai pengaruh minum teh dan kopi terhadap kesehatan tulang, khususnya pada wanita berusia di atas 50 tahun. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients dan dikutip oleh ScienceAlert, Senin (6/5/2026), melibatkan analisis kebiasaan minum 9.700 perempuan AS yang berusia di atas 65 tahun selama hampir satu dekade. Hasilnya mengungkapkan bahwa memilih minum teh atau kopi memiliki dampak berbeda pada risiko osteoporosis, menurut pernyataan ahli dari Flinders University, Australia.

Kesehatan Tulang dan Peran Kafein

Osteoporosis, atau pengeroposan tulang, adalah kondisi yang sering mengancam wanita usia 50 tahun ke atas. Berdasarkan data WHO, sekitar satu dari tiga individu dalam kelompok ini berisiko mengalami keretakan tulang yang berpotensi parah. Faktor utama penyebabnya adalah penurunan estrogen setelah menopause, yang mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kafein dari teh dan kopi dapat memperparah kondisi ini, terutama jika diimbangi dengan kekurangan vitamin D atau kalsium.

Pengaruh Teh pada Kepadatan Mineral Tulang

Temuan penelitian mengungkap bahwa perempuan yang rutin minum teh menunjukkan kepadatan mineral tulang (BMD) yang lebih baik, terutama di area pinggul. Senyawa katekin dalam daun teh dianggap sebagai faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan sel-sel pembentuk tulang, yang dapat memperkuat struktur tulang dan mengurangi risiko patah. Faktor ini menjadi alasan mengapa Facing Challenges dalam memilih minuman berkafein perlu dipertimbangkan, terlebih bagi wanita usia lanjut yang sedang membangun strategi pencegahan penyakit tulang.

Kopi dan Risiko Pengeroposan Tulang

Di sisi lain, konsumsi kopi dalam jumlah tinggi terbukti berdampak negatif pada kesehatan tulang. Penelitian menemukan bahwa minum lebih dari lima cangkir kopi sehari dapat mengurangi BMD, yang berkorelasi dengan peningkatan risiko osteoporosis. Efek ini dipercaya disebabkan oleh kafein, yang menghambat penyerapan kalsium ke dalam tulang. Faktor tambahan seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol atau kurangnya aktivitas fisik juga memperkuat pengaruh negatif kopi terhadap kesehatan tulang.

Pendekatan Seimbang dalam Kebiasaan Minum

Menurut Enwu Liu, ahli epidemiologi dari Flinders University, Facing Challenges dalam memilih minuman berkafein tidak berarti harus menghindari kopi sepenuhnya atau mengonsumsi teh secara berlebihan. Ia menekankan bahwa keseimbangan penting untuk menjaga kesehatan tulang. Dalam studi ini, minum teh secukupnya bisa menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan BMD, sementara pengonsumsian kopi perlu dikontrol agar tidak mengganggu kesehatan tulang. “Dengan mengatur pola minum, wanita bisa mengurangi risiko osteoporosis secara signifikan,” tambah Liu.

Keterbatasan Studi dan Faktor Pendukung

Studi ini memberikan panduan berdasarkan data 9.700 perempuan berkulit putih, sehingga hasilnya mungkin tidak langsung berlaku untuk kelompok etnis lain. Meski demikian, Facing Challenges dalam mengelola konsumsi kafein tetap relevan, karena faktor seperti nutrisi, aktivitas fisik, dan genetik juga berperan dalam kesehatan tulang. Liu menyarankan bahwa wanita perlu memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D selama konsumsi kopi atau teh, serta menambahkan olahraga untuk mengoptimalkan efek positif minuman tersebut.

Rekomendasi untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Hasil penelitian memberikan rekomendasi praktis bagi masyarakat yang ingin menjaga kepadatan tulang. Dalam menentukan pola minum, Facing Challenges bisa diatasi dengan mengganti beberapa kopi dengan teh, atau mengonsumsi keduanya secara teratur namun tidak berlebihan. Menurut Liu, kebiasaan minum satu hingga dua cangkir teh per hari sudah cukup untuk mendukung kesehatan tulang. “Kunci utama adalah konsistensi dan keseimbangan,” jelasnya. Selain itu, kombinasi konsumsi kopi dengan makanan kaya kalsium dan vitamin D bisa mengurangi risiko pengeroposan tulang.

MORE FROM THIS CATEGORY