Biaya Token AI Bengkak, Google Kasih Saran agar Perusahaan Tak Kaget

3 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
ilustrasi-artificial-intelegence-reutersdado-ruvicillustrationfile-photofile-photo_169

Facing Challenges: Biaya Token AI Melonjak, Google Beri Saran untuk Pengelolaan Biaya

Dailynesia.com – Semakin nyata di tengah pertumbuhan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI). Biaya token AI yang selama ini digunakan sebagai alat pengukur konsumsi komputasi kini mengalami peningkatan signifikan, mengguncang perusahaan dalam mengatur anggaran digital mereka. Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia, dalam sesi Google Cloud Media Briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026), menyoroti bahwa lonjakan ini memaksa bisnis mengevaluasi strategi penggunaan AI secara lebih matang. “Perusahaan harus siap menghadapi kenaikan biaya token AI, karena teknologi ini mulai menjadi bagian penting dari operasional sehari-hari,” ujar Karim dalam wawancara terpisah.

Kenaikan Biaya Token AI: Dari Eksperimen ke Implementasi Massal

Dengan popularitas AI yang terus meningkat, biaya penggunaannya kini tidak lagi hanya menjadi konsumsi sementara, melainkan pengeluaran rutin yang harus dihitung secara realistis. Karim menjelaskan bahwa sistem pembayaran token AI mirip dengan model pulsa dalam layanan internet, di mana setiap kali komputasi dilakukan, biaya langsung terkena. “Perusahaan yang tidak siap akan merasa kaget jika biaya AI melonjak tajam,” katanya. Ia menambahkan bahwa kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena AI kini memang mulai digunakan dalam berbagai sektor, termasuk keuangan, logistik, dan pemasaran.

“Kita tidak boleh lagi menganggap AI sebagai keajaiban tanpa biaya. Tahap berikutnya adalah fokus pada penerapan skala bisnis, bukan hanya eksperimen pribadi,” tegas Karim.

Kenaikan biaya token AI juga disebutkan oleh Karim sebagai tantangan yang menguji kemampuan manajemen keuangan perusahaan. Menurutnya, perusahaan harus memahami bahwa penggunaan token AI berkorelasi langsung dengan volume data yang diproses. “Misalnya, perusahaan dengan aplikasi AI yang aktif 24 jam akan menghabiskan biaya token jauh lebih banyak dibandingkan yang hanya menggunakan AI dalam situasi tertentu,” jelas Karim. Ia mengingatkan bahwa kenaikan ini bisa terjadi secara perlahan, tetapi akhirnya akan mengakibatkan beban finansial yang signifikan.

Strategi untuk Mengatasi Tantangan Biaya Token AI

Karim Siregar menyarankan beberapa langkah strategis agar perusahaan tidak terkejut oleh kenaikan biaya token AI. Pertama, ia menekankan pentingnya melakukan uji coba skala kecil sebelum mengadopsi sistem AI secara penuh. “Dengan uji coba, perusahaan bisa mengukur penggunaan token dan mengoptimalkan kinerja sebelum berinvestasi besar-besaran,” katanya. Kedua, ia menyarankan penggunaan model AI yang lebih efisien dalam hal konsumsi sumber daya komputasi. “Pilih model yang bisa memberikan hasil maksimal dengan penggunaan token minimal,” ujarnya.

Menurut Karim, perusahaan juga perlu membangun sistem monitoring yang terintegrasi untuk melacak pengeluaran token secara berkala. “Dengan mengelola biaya secara real-time, perusahaan bisa menghindari pengeluaran berlebihan yang mungkin terjadi akibat kesalahan konfigurasi atau penggunaan tidak optimal,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa adopsi AI tidak hanya tentang kecepatan atau keakuratan, tetapi juga kemampuan menghitung dan memprediksi biaya secara akurat.

“Facing Challenges dalam penggunaan AI adalah bagian dari proses. Kuncinya adalah mempersiapkan diri sejak dini dengan strategi yang komprehensif,” tutur Karim.

Selain itu, Karim menyarankan agar perusahaan memanfaatkan solusi cloud yang fleksibel. “Beberapa provider cloud menawarkan paket berlangganan yang bisa menekan biaya token secara konsisten,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penerapan AI di level perusahaan memerlukan kolaborasi antara tim teknologi dan manajemen keuangan untuk mengoptimalkan pengeluaran. “Kita tidak bisa mengabaikan biaya token AI sebagai bagian dari Facing Challenges digital modern,” pungkas Karim.

Lonjakan biaya token AI juga diakui oleh sejumlah perusahaan teknologi lain. Menurut laporan terkini, penggunaan token AI di sektor layanan keuangan telah meningkat 40% dalam setahun terakhir, sementara di bidang e-commerce, kenaikannya mencapai 25%. “Ini menunjukkan bahwa AI kini mulai menjadi alat yang berdampak nyata pada anggaran bisnis,” kata ekspertis sektor teknologi. Karim menegaskan bahwa tantangan ini tidak akan hilang, tetapi bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.

Dalam konteks Facing Challenges ini, perusahaan diwajibkan untuk menganalisis ulang penggunaan AI dalam proses bisnis mereka. Karim memberikan contoh bahwa penggunaan model AI untuk layanan customer support bisa ditingkatkan efisiensinya dengan memanfaatkan pengoptimalan data. “Misalnya, dengan menyesuaikan model AI agar lebih fokus pada pertanyaan umum, biaya token bisa dikurangi hingga 30%,” tambahnya. Saran ini menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan yang ingin mengadopsi AI tanpa mengorbankan anggaran.

MORE FROM THIS CATEGORY