Digugat Kasus Penipuan, Ribuan ATM Ini Tutup-Bangkrut
Dailynesia.com – Perusahaan operator mesin ATM Bitcoin, Bitcoin Depot, yang terdaftar di bursa Nasdaq, resmi menghentikan operasionalnya dan mengajukan permohonan kebangkrutan di Amerika Serikat. Tindakan ini diambil setelah perusahaan menghadapi tekanan keuangan, gugatan hukum terkait dugaan penipuan kripto, serta kebijakan regulasi yang semakin ketat. Hal ini berdampak pada kelangsungan bisnis yang sebelumnya digambarkan sebagai model yang stabil.
CEO: Regulasi Menjadi Penentu Utama
“Kewajiban kepatuhan dari negara-negara bagian semakin ketat, termasuk pembatasan transaksi baru dan larangan langsung terhadap operasi BTM di beberapa wilayah. Hal ini memicu peningkatan tuntutan hukum dan penegakan peraturan,” jelas Alex Holmes, CEO Bitcoin Depot, dalam siaran pers, dikutip dari CoinDesk, Minggu (19/6/2026).
Perusahaan berbasis di Atlanta tersebut mengajukan pailit ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas pada Senin (18/5). Dalam proses ini, operasional perusahaan akan dihentikan secara permanen, sementara aset-asetnya akan dilelang sesuai ketentuan kepailitan. Seluruh jaringan ATM Bitcoin perusahaan kini dinonaktifkan.
Sebelumnya, Bitcoin Depot mengoperasikan sekitar 9.276 kios ATM di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Namun, kondisi keuangan perusahaan memburuk, terutama setelah pendapatan kuartal I-2026 turun 49% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatat kerugian sebesar US$9,5 juta atau sekitar Rp171 miliar, berbanding terbalik dengan laba US$12,2 juta atau sekitar Rp219,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Penipuan Kripto Menjadi Fokus Regulator
Kasus ini semakin memperparah situasi setelah kerugian akibat penipuan melalui ATM kripto mencapai rekor US$389 juta atau sekitar Rp7 triliun tahun lalu. Angka ini naik 58% dibandingkan 2024, sehingga mendorong regulator dan aparat hukum memberlakukan pengawasan lebih ketat. Jaksa agung negara bagian Massachusetts dan Iowa menuntut perusahaan atas dugaan memfasilitasi kejahatan tersebut.
Sebagai bagian dari restrukturisasi, entitas Bitcoin Depot di Kanada dimasukkan dalam proses kepailitan di AS. Sementara anak usaha di luar negeri akan ditutup secara bertahap sesuai aturan masing-masing wilayah. Kebangkrutan Bitcoin Depot terjadi di tengah pergeseran signifikan dalam industri aset kripto.
Di satu sisi, adopsi institusional terhadap kripto terus meningkat melalui produk seperti ETF, sementara di sisi lain, operator ATM kripto menghadapi tekanan besar akibat penegakan regulasi yang ketat. Perubahan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi sektor kripto dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan keamanan.

